AIRSPACE REVIEW – Slowakia secara resmi telah menerima unit pertama dari sistem pertahanan udara canggih Barak MX buatan Israel.
Pengiriman ini menandai langkah penting dalam modernisasi kekuatan militer negara anggota NATO tersebut, sekaligus menjadikannya pengguna pertama sistem Barak MX di benua Eropa.
Menteri Pertahanan Slowakia, Robert Kalinak, mengonfirmasi bahwa baterai pertama tersebut telah tiba dan saat ini sedang dalam proses penempatan untuk operasional, seperti diberitakan Defenxe Express.
Pengadaan ini merupakan bagian dari kontrak senilai lebih dari 580 juta USD (sekitar Rp9,4 triliun) untuk total enam baterai yang dijadwalkan selesai seluruhnya pada tahun 2030.
Sistem Barak MX ini akan difokuskan untuk melindungi infrastruktur kritis negara, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan pusat-pusat energi utama.
Meski lokasi spesifik baterai pertama tidak diumumkan demi alasan keamanan, pemerintah menegaskan bahwa kehadirannya akan mengisi celah pertahanan udara yang kosong sejak Slowakia menyumbangkan sistem S-300 miliknya ke Ukraina.
Barak MX, yang dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries (IAI), merupakan sistem pertahanan udara modular canggih yang dirancang khusus untuk menghadapi berbagai ancaman udara modern secara simultan.
Sistem ini menawarkan fleksibilitas jangkauan yang luar biasa melalui kemampuan peluncuran tiga jenis interseptor berbeda, mulai dari jarak pendek 35 km, menengah 70 km, hingga jarak jauh mencapai 150 km.
Selain jangkauannya yang luas, Barak MX sangat efektif dalam melumpuhkan berbagai jenis sasaran, termasuk jet tempur, helikopter, drone (UAV), rudal jelajah, hingga rudal balistik taktis.
Keunggulan operasionalnya semakin diperkuat dengan kemampuan untuk bekerja di segala kondisi cuaca ekstrem serta fitur pelacakan canggih yang memungkinkannya mengunci beberapa target sekaligus dalam satu waktu.
Proses integrasi sistem ini ke dalam Angkatan Bersenjata Slowakia diperkirakan memakan waktu beberapa minggu.
Sejumlah spesialis dari Israel dilaporkan turut hadir di Slovakia untuk membantu teknis pengoperasian dan pelatihan personel lokal.
Keputusan Slowakia memilih Barak MX juga didasarkan pada komitmen Israel untuk melibatkan industri pertahanan domestik Slowakia dalam proses pemeliharaan dan produksi komponen tertentu.
Langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral antara Bratislava dan Tel Aviv serta meningkatkan standar pertahanan Slovakia sesuai dengan persyaratan NATO. (ON)

