Ukraina mengembangkan kendaraan lapis baja baru Skif sebagai pengganti M113 APC

SkifVia X

AIRSPACE REVIEW – Perusahaan pertahanan asal Ukraina, UkrArmoTech, telah memulai uji coba pabrik prototipe Skif, kendaraan lapis baja beroda rantai pertama yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut.

Sebelumnya UkrArmoTech telah menghasilkan kendaraan tempur beroda ban termasuk Hyurza, Tysa, dan Desna.

Perusahaan merancang dan membangun kendaraan ini dari awal, dengan mengacu pada pengalaman tempur langsung pasukan Ukraina melawan Rusia.

Kendaraan baru setidaknya harus lebih unggul dari kendaraan pengangkut personel M113 sumbangan dari Amerika Serikat yang banyak digunakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina.

Persyaratan tersebut termasuk kemampuan multiperan, andal, mudah dirawat, tingkat perlindungan yang baik, memiliki daya tembak kuat, serta cukup mumpuni dalam mobilitas lintas medan.

Seperti halnya M113, lambung Skif terbuat dari pelat aluminium campuran, dan merupakan yang pertama penggunaan material tersebut oleh perusahaan.

Dilaporkan, pemilihan material ini belum final atau bisa berubah, karena kemungkinan besar bisa terjadi pembatasan ekspor aluminium antipeluru dari pemasok asing.

Prototipe saat ini memiliki bobot kisaran 15 ton, dan jika menggunakan plat baja antipeluru konvensional, bobotnya akan bertambah berat, dan perlu penyesuaian desain termasuk sistem suspensinya.

Kendaraan digerakkan menggunakan mesin diesel berdaya 360 hp, diimpor dari luar, yang tak disebutkan negara asalnya.

UkrArmoTech memperkirakan bahwa hingga 60 persen komponen pada kendaraan produksi awal akan diimpor, dan secara bertahap beralih ke produksi domestik dari waktu ke waktu.

Untuk perlindungannya, Skif berada pada standar STANAG 4569. Khusus bagian depan, tingkat perlindungan balistik pada Level 4 yang tahan munisi hingga 14,5 mm. Bagian samping dan belakang pada Level 3 tahan terhadap munisi kaliber 7,62 mm.

Sedangkan perlindungan terhadap ranjau untuk lantai lambung dan bagian bawah roda rantai berada pada Level 3a dan 3b, yang dapat bertahan dari ledakan setara 6 kg TNT.

Sebagai persenjataan bela diri dan bertempur, Skif dilengkapi dengan stasiun senjata kendali jarak jauh, tersedia dalam dua konfigurasi yakni senapan mesin berat 12,7 mm atau 14,5 mm yang dipasangkan dengan senjata koaksial 7,62 mm.

Kendaraan ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi, navigasi, dan kesadaran situasional, peralatan peperangan elektronik, pendingin udara, dan unit filtrasi dan ventilasi.

Fase uji coba pabrik Skif saat ini difokuskan pada validasi kematangan konsep platform, penilaian karakteristik pengemudian dan mobilitas, serta pengujian beban maksimum.

Kebutuhan militer Ukraina akan kendaraan lapis baja beroda rantai telah meningkat tajam, karena perang dengan Rusia yang berlangsung lama, lebih dari empat tahun, dan belum ada tanda-tanda untuk selesai. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *