Masa depan operasi CSAR Amerika setelah pensiunnya jet serang A-10 Thunderbolt II

A-10 Thunderbolt IIUSAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) kini tengah menghadapi ketidakpastian besar terkait masa depan misi Combat Search and Rescue (CSAR) atau pencarian dan penyelamatan tempur.

Hal ini terjadi seiring dengan langkah militer AS untuk mempercepat pemensiunan jet serang darat ikonik, A-10 Thunderbolt II, yang dijadwalkan selesai pada tahun fiskal 2029.

Selama hampir 50 tahun, A-10 telah memegang peran vital sebagai “Sandy” — call sign khusus untuk pilot yang bertugas memimpin operasi penyelamatan pilot yang jatuh di wilayah musuh. Namun, hingga saat ini, belum ada pengganti yang jelas untuk mengisi kekosongan spesialisasi A-10.

Peran “Sandy” bukan sekadar menerbangkan pesawat; ini adalah kualifikasi tingkat tinggi yang membutuhkan pelatihan khusus bertahun-tahun.

Tugas utama seorang “Sandy” adalah menemukan penyintas di darat, mengoordinasikan helikopter penyelamat, dan menempatkan diri mereka sebagai perisai di antara musuh dan personel yang diselamatkan.

Kehebatan peran ini baru saja terbukti pada April 2026, ketika jet A-10 membantu menyelamatkan dua awak jet tempur USAF F-15E Strike Eagle dari wilayah Iran.

Meskipun satu pesawat A-10 mengalami kerusakan parah akibat tembakan musuh, pilotnya berhasil bertahan cukup lama untuk memastikan penyelamatan berhasil sebelum akhirnya melontarkan diri dengan aman.

USAF menyarankan bahwa jet tempur siluman F-35A dapat menjadi platform bagi para mantan pilot A-10 yang memiliki kualifikasi “Sandy”. Meski demikian, para ahli meragukan efektivitas jet tempur modern F-35A untuk peran ini.

Letkol (Purn) Joel Bier, seorang instruktur “Sandy” kawakan, memperingatkan bahwa pesawat tempur multiperan seperti F-35 atau F-16 tidak dirancang untuk terbang rendah dan lambat. Padahal karakteristik ini sangat dibutuhkan untuk mencari personel di darat secara visual.

“F-35 dirancang untuk hal yang sangat berbeda. Mengorbankan pengetahuan institusional selama 50 tahun akan memaksa pejuang masa depan kita untuk mempelajari pelajaran pahit melalui pertumpahan darah,” ujar Bier dikutip Defense News (17/4).

Langkah pemensiunan A-10 telah mendapat sorotan tajam dari Kongres AS. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Austin Scott, telah mengupayakan amandemen dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) 2026 untuk mempertahankan minimal 103 unit A-10 tetap beroperasi guna mencegah celah kesiapan tempur.

Saat ini, sekolah pelatihan pilot A-10 di Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan, Arizona, telah meluluskan kelas terakhirnya.

Dengan ditutupnya pusat pelatihan ini, jalur regenerasi pilot “Sandy” terancam terputus sebelum solusi pengganti yang layak ditemukan.

Pihak militer menyatakan bahwa mereka sedang meninjau kembali persyaratan CSAR masa depan, namun para kritikus mendesak agar armada A-10 tetap dipertahankan sampai ada unit khusus yang benar-benar siap dan terlatih untuk menjalankan misi penyelamatan yang sangat berbahaya ini. (RW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *