Saab kemungkinan besar akan menarik diri dari persaingan jet tempur di Peru

Saab Gripen ESaab

AIRSPACE REVIEW – Produsen kedirgantaraan asal Swedia, Saab AB, dilaporkan telah memberikan peringatan keras kepada pemerintah Peru.

Berdasarkan dokumen yang bocor ke publik, Saab menyatakan kemungkinan besar akan menarik jet tempur Gripen E/F dari tender pengadaan pesawat tempur baru untuk Angkatan Udara Peru (FAP) jika tidak segera ada kejelasan dalam proses tersebut.

Dalam dokumen yang bocor, surat tertanggal 10 April 2026, Saab memberikan tenggat dua hari kepada Kementerian Pertahanan Peru (yang berakhir pada Rabu, 15 April 2026) bagi pemerintah untuk memberikan undangan resmi guna mengajukan penawaran akhir atau Best and Final Offer (BAFO).

Lars Tossman, Kepala Area Aeronautika Saab, mengungkapkan bahwa penawaran sebelumnya telah habis masa berlakunya.

Tanpa adanya permintaan resmi untuk proposal baru, secara teknis Gripen tidak lagi memiliki penawaran valid yang sedang dievaluasi oleh Peru.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan media lokal yang menyebutkan bahwa Peru telah condong memilih F-16 Block 70 buatan Amerika Serikat.

Saab merasa bahwa mengevaluasi tiga kandidat (F-16, Rafale, dan Gripen) tanpa memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk mengajukan penawaran akhir merusak transparansi kompetisi.

Meskipun dalam posisi menekan, Saab tetap menegaskan komitmennya jika proses berjalan adil.

Saab menawarkan 24 pesawat baru sesuai dengan anggaran yang telah disetujui oleh Kongres Peru.

Saab juga menawarkan paket kerja sama industri (offset) bagi lebih dari 1.800 UMKM di Peru serta menciptakan 8.000 lapangan kerja.

Selain itu perusahaan juga menjanjikan transfer teknologi dan dukungan bagi industri dirgantara lokal serta sektor strategis lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Peru saat ini sedang dalam misi mendesak untuk mengganti armada MiG-29 dan Su-25 yang sudah tua.

Persaingan ketat terjadi antara Lockheed Martin F-16 Block 70 (AS), Saab Gripen E/F (Swedia), dan Dassault Rafale (Prancis).

F-16 diunggulkan karena hubungan strategis dan jaminan keamanan AS, Gripen menawarkan biaya operasi yang rendan dan transfer ofset, sementara Rafale menawarkan ketangguhan jet tempur bermesin ganda. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *