AIRSPACE REVIEW – Russian Helicopters, bagian dari perusahaan negara Rostec, telah menandatangani kontrak baru dengan State Transport Leasing Company (GTLK) untuk pengiriman enam unit helikopter Mi-8MTV-1.
Seluruh helikopter tersebut dijadwalkan akan diproduksi dan diserahkan kepada maskapai penerbangan Rusia sebelum akhir tahun 2026.
Kesepakatan ini merupakan bagian dari subprogram “Penerbangan Sipil dan Layanan Navigasi Udara” dalam program negara “Pengembangan Sistem Transportasi” di bawah naungan Kementerian Transportasi Rusia.
Melalui skema sewa guna usaha (leasing) yang kompetitif, proyek ini bertujuan untuk memperbarui dan memperluas armada udara maskapai domestik guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Helikopter Mi-8MTV-1 dikenal karena karakteristik teknis dan operasionalnya yang unik.
Heli ini mampu beroperasi di hampir semua kondisi iklim dengan rentang suhu ekstrem, mulai dari -50°C hingga +50°C.
Selain itu, Mi-8MTV-1 dirancang untuk dapat beroperasi di landasan yang tidak dipersiapkan secara khusus.
Beberapa fungsi utama yang akan dijalankan oleh helikopter ini antara lain transportasi penumpang dan kargo, evakuasi medis (medevac), operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), pemadaman kebakaran hutan, dan pekerjaan konstruksi udara.
Menteri Transportasi Federasi Rusia menekankan bahwa bagi banyak wilayah di Rusia, transportasi helikopter bukan sekadar pilihan, melainkan komponen vital dari sistem transportasi.
Hal ini sangat krusial bagi mobilitas penduduk, akses layanan kesehatan, dan pasokan logistik di wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lain.
Direktur Jenderal GTLK menyatakan bahwa kontrak ini memperkuat peran perusahaan sebagai instrumen pengembangan industri transportasi nasional.
Melalui mekanisme leasing bersubsidi, beban finansial operator penerbangan dapat dikurangi, sehingga layanan penerbangan menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat di berbagai pelosok wilayah Rusia.
Hingga saat ini, GTLK menjadi pelanggan terbesar untuk helikopter produksi dalam negeri Rusia, dengan total investasi di sektor helikopter yang telah melampaui 103 miliar rubel (sekitar Rp2,24 triliun). (RNS)

