Krisis politik di Peru membelokkan pilihan jet tempur Gripen E/F ke F-16 Block 70

Gripen E and F-16 Block 70_ Airspace ReviewSaab, LM

AIRSPACE REVIEW – Setelah berbulan-bulan jet tempur Saab Gripen E/F dari Swedia dinilai sebagai pilihan favorit bagi Angkatan Udara Peru, kini tanda-tanda untuk berbelok pilihan ke jet tempur F-16 Block 70 dari Lockheed Martin, Amerika Serikat menguat seiring krisis politik yang terjadi di salah satu negara Amerika Latin ini.

Tahun lalu, 2025, Pemerintah Peru mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi 24 jet tempur Gripen E/F dalam program bernilai sekitar 3,5 miliar USD (Rp58,8 triliun). Pilihan ini merupakan hasil dari proses teknis selama beberapa tahun, yang dirancang untuk menggantikan armada Mirage 2000 dan MiG-29 yang sudah tua.

Namun, keputusan tersebut tidak pernah diratifikasi secara resmi oleh parlemen sampai dengan jatuhnya pemerintahan Presiden Dina Boluarte.

Kekosongan kelembagaan ini dengan cepat dimanfaatkan oleh Amerika Serikat, yang memungkinkan Lockheed Martin untuk mengajukan kembali tawaran untuk F-16V Block 70 yang direvisi.

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) telah mengumumkan potensi penjualan F-16 Block 70 ke Peru senilai 3,4 miliar USD, mencakup penjualan 12 jet tempur F-16 Block 70 (10 F-16C, 2 F-16D), 14 mesin F110-GE-129, radar AN/APG-83 AESA, sistem peperangan elektronik, pod penargetan Litening, rudal udara ke udara AIM-9X Block II dan AIM-120C-8, peralatan navigasi, helm dengan alat bidik terintegrasi, suku cadang, pelatihan pilot dan teknisi, dan dukungan logistik lengkap.

Menurut informasi dari otoritas Peru, Angkatan Udara Peru secara teknis telah memilih F-16V, dengan hanya konfirmasi politik akhir yang tersisa.

Jika langkah ini diambil, kontrak dapat ditandatangani pada paruh pertama tahun ini, dengan pengiriman selanjutnya menempatkan Angkatan Udara Peru di antara angkatan udara paling maju di Amerika Latin dalam hal sensor, persenjataan, dan integrasi dengan sistem Barat.

Keputusan ini juga akan memperluas kelompok operator F-16 di kawasan tersebut, yang sudah termasuk Chili dan Argentina, memperkuat interoperabilitas dengan Amerika Serikat.

Meskipun demikian, potensi pengabaian Gripen menimbulkan pertanyaan yang relevan. Total biaya paket F-16 sangat mendekati proposal Swedia, tetapi hanya menghasilkan akuisisi setengah dari jumlah pesawat yang direncanakan semula.

Armada yang terdiri dari 12 jet tempur mungkin tidak cukup untuk secara bersamaan menjamin pengawasan udara permanen, pelatihan awak yang memadai, dan tingkat jam terbang yang cukup untuk menjaga kesiapan operasional.

Keterbatasan ini dapat memaksa Peru untuk merencanakan fase pembelian kedua atau menerima pembatasan struktural pada kemampuan pertahanan udaranya. (RNS)

You may also like...

1 Response

  1. Widya Satria Budhi says:

    Wah Peru dapat C-8, bakal jadi sekutu dekat AS di Amerika Latin? 🤔

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *