Boeing siapkan heli CH-47 Chinook menjadi platform peluncur kawanan drone di udara

Boeing siapkan heli CH-47 Chinook sebagai peluncur droneBoeing

AIRSPACE REVIEW – Helikopter ikonik berbaling-baling ganda, CH-47 Chinook, kini sedang dipersiapkan untuk peran baru yang revolusioner.

Boeing mengungkapkan rencana ambisius untuk menjadikan helikopter angkut berat ini sebagai platform peluncur kawanan drone (drone swarms) di udara, sebuah fitur yang digadang-gadang akan menjadi standar di masa depan.

Terbang pertama kali pada tahun 1961, Chinook terus berevolusi. Dalam paparan terbarunya, Boeing merinci bagaimana CH-47 dapat digunakan untuk melepaskan “Launched Effects” (LE) atau drone yang diluncurkan dari udara dalam jumlah besar.

Berkat ruang kargo yang luas dan ramp belakang, Chinook mampu membawa drone dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan helikopter serbu seperti AH-64 Apache.

Selain drone kecil seperti ALTIUS-600, Chinook diproyeksikan mampu meluncurkan drone kategori “besar” dengan berat hingga 102 kg (225 pon), jangkauan operasional hingga 650 km, dan daya tahan terbang selama satu jam.

Dengan meluncurkan drone dari udara, militer dapat menghindari risiko peluncuran dari darat yang lambat dan rawan terdeteksi musuh.

Langkah ini bukan sekadar konsep. Angkatan Udara Inggris (RAF) baru-baru ini sukses melaksanakan uji coba bertajuk “Hornets Nest”.

RAF meluncurkan drone first-person view (FPV) langsung dari helikopter Chinook yang sedang terbang.

Kemampuan baru ini dianggap krusial untuk menghadapi lingkungan pertempuran yang semakin canggih, seperti di Ukraina atau potensi konflik di Pasifik.

Dengan kawanan drone, heli Chinook tidak hanya berfungsi sebagai pengangkut logistik, tetapi juga bisa melakukan pengintaian, peperangan elektronik, hingga serangan kamikaze untuk menetralisir pertahanan udara musuh sebelum pasukan mendarat. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *