Pengebom siluman B-21 Raider untuk pertama kalinya sukses “menyusu” ke tanker KC-135

B-21 Raider menyusu pertama kalinya ke tanker KC-135USAF

AIRSPACE REVIEW – Angkatan Udara AS (USAF) bersama Northrop Grumman mengumumkan pencapaian penting dalam pengembangan pesawat pembom siluman terbaru, B-21 Raider.

Pengebom masa depan ini dilaporkan telah berhasil menyelesaikan uji coba pengisian bahan bakar di udara (Air-to-Air Refueling/AAR) dengan pesawat tanker KC-135 Stratotanker.

Keberhasilan AAR memastikan bahwa B-21 memiliki jangkauan global, memungkinkannya untuk menjangkau target mana pun di dunia dari daratan Amerika Serikat.

Northrop Grumman menyatakan, kemampuan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan fondasi utama dari misi B-21.

Dengan kemampuan mengisi bahan bakar di tengah penerbangan, B-21 dapat terbang menempuh jarak antarbenua, tetap berada di area target dalam waktu lama, dan kembali ke pangkalan tanpa perlu mendarat di wilayah asing.

Kepala Staf USAF, Jenderal Ken Wilsbach, memuji efisiensi bahan bakar pesawat ini.

“Efisiensi bahan bakar B-21 adalah salah satu komponen inti dari daya mematikannya. Pembom serang jarak jauh ini akan mengurangi beban pada armada tanker kami, sehingga aset tersebut dapat digunakan untuk mendukung pasukan gabungan lainnya,” ujarnya.

Kampanye uji terbang saat ini sedang berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California. Pengujian melibatkan Pusat Uji Angkatan Udara, Wing Uji ke-412, dan tim teknis dari Northrop Grumman.

Selain pengisian bahan bakar, tim juga mengevaluasi sistem kendali, stabilitas manuver presisi, dan performa pesawat di ketinggian.

Para pilot uji melaporkan bahwa B-21 menunjukkan tingkat stabilitas yang luar biasa selama proses pengisian bahan bakar.

Hal ini sangat penting karena manuver di belakang pesawat tanker memerlukan kontrol presisi tinggi, terutama bagi pesawat dengan desain flying wing seperti Raider.

B-21 dirancang untuk beroperasi di lingkungan ancaman tingkat tinggi yang jauh lebih berbahaya dibandingkan era pendahulunya.

Pesawat mampu membawa senjata konvensional maupun nuklir, menjadikannya bagian penting dari triad nuklir AS.

Diklaim sebagai pembom paling irit bahan bakar yang pernah dibuat, B-21 mengonsumsi jauh lebih sedikit bahan bakar dibanding pesawat generasi keempat dan kelima.

USAF berencana mulai mengoperasikan pengebom B-21 Raider pada akhir dekade 2020-an, dengan target produksi yang kini telah ditingkatkan sebesar 25% untuk mempercepat pengiriman ke unit-unit operasional. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *