AIRSPACE REVIEW – Akun OSINTdefender di X mengutip laporan terbaru dari Wall Street Journal (WSJ), menulis lima pesawat tanker Angkatan Udara AS (USAF) mengalami kerusakan akibat serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan (PSAB) di Arab Saudi.
Serangan rudal balistik Iran yang menargetkan pangkalan tersebut, merupakan bagian dari serangan balasan terhadap Operation Epic Fury yang digelar AS sejak 28 Februari, bersama dengan Israel.
Pejabat AS mengonfirmasi bahwa pesawat-pesawat tersebut, yang kemungkinan besar adalah KC-135 Stratotanker, rusak tetapi tidak hancur. Saat ini unit-unit tersebut sedang dalam proses perbaikan.
Dilaporkan juga bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan spesifik yang mengenai pesawat tanker tersebut.
Dengan rusaknya lima pesawat tanker KC-135 USAF di PSAB, total pesawat tanker AS yang rusak atau hancur dalam konflik ini setidaknya mencapai 7 unit, termasuk insiden tabrakan udara KC-135 yang terjadi baru-baru ini.
Mengingat situasi yang sangat dinamis, informasi awal ini tentu masih dapat berubah seiring dengan rilis data resmi dari US Central Command (CENTCOM) yang biasanya dilakukan setelah penilaian kerusakan (Battle Damage Assessment) selesai sepenuhnya.
Laporan lain menyebut, militer AS mulai menarik keluar sejumlah armada pesawat tanker mereka dari PSAB.
Selain KC-135, juga ada KC-46A Pegasus yang dipindahkan ke pangkalan-pangkalan di Eropa.
Pemindahan pesawat ini berkaitan dengan kerentanan sistem pertahanan udara di Teluk terhadap serangan jenuh (saturation attacks) Iran yang terus-menerus.
Dampak dari penarikan aset udara tersebut, mempersulit operasi serangan jarak jauh AS ke daratan Iran karena hilangnya titik pengisian bahan bakar utama di dekat zona konflik. (RNS)

