AIRSPACE REVIEW – Sebuah penampakan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan jet tempur Angkatan Laut China (PLAN) J-15, yang kemungkinan adalah varian baru J-15T, sedang terbang membawa dua rudal jelajah antikapal (ASCM) supersonik YingJi (YJ)-15.
YJ-15 termasuk di antara empat rudal penghancur kapal utama baru yang diperkenalkan kepada publik dalam parade militer di Beijing pada 3 September 2025 lalu.
Rudal ini menambah inventori rudal serang permukaan jarak jauh China yang terus berkembang, seperti YJ-21E dan CH-AS-X-13, yang dapat diluncurkan dari jet tempur J-10C dan pembom H-6K ke target darat dan maritim.
Sekilas, YJ-15 memiliki kemiripan yang mencolok dengan rudal Kh-31 Rusia, yang juga memiliki versi antiradiasi dan biasa dibawa oleh jet tempur Su-35S dalam operasi militer di Ukraina.
YJ-15 diduga merupakan pengembangan dari rudal antikapal supersonik YJ-12 yang sudah ada, yang diluncurkan dari udara, kapal, dan darat.
Rudal YJ-15 memiliki empat saluran masuk udara simetris aksial, menunjukkan adanya mesin ramjet untuk kecepatan supersonik.
Kontrol permukaan terdiri dari empat sirip panjang dan sirip penstabil kecil untuk penyesuaian di tengah lintasan, di depan bagian pendorong kecil yang memiliki empat siripnya sendiri.
Rudal ini dirancang dengan ukuran yang lebih dioptimalkan untuk dibawa oleh jet tempur, bukan hanya pesawat pengebom berat.
Rudal YJ-15 menggunakan solid-fuel booster untuk peluncuran awal dan mesin ramjet untuk fase jelajah supersonik.
Diperkirakan rudal ini mencapai kecepatan terminal antara Mach 4 hingga Mach 5, menjadikannya sangat sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara kapal perang modern.
Analis memperkirakan jangkauan rudal YJ-15 mencapai 500 km hingga lebih dari 1.200 km. Ada juga yang menyebut jarak jangkaunya hingga 1.800 km.
Selama ini China mengandalkan YJ-12 yang berukuran lebih besar untuk dibawa oleh J-15. YJ-15 menawarkan daya pukul supersonik yang bisa diluncurkan langsung dari kapal induk.
Dengan dibawa oleh J-15T, menandai penggunaan rudal YJ-15 menjadi kekuatan pesawat tempur yang diluncurkan menggunakan katapult elektromagnetik (EMALS) pada kapal induk terbaru China, Fujian. (RNS)

