Keterlibatan drone siluman RQ-170 Sentinel dalam Operation Absolute Resolve mengingatkan kita pada Operation Neptune Spear di Pakistan tahun 2011

RQ-170 Sentinel dikerahkan AS dalam Operation Absolute Resolve di VenezuelaVia X

AIRSPACE REVIEW – Banyak hal yang menarik perhatian pengamat militer dari digelarnya Operation Absolute Resolve oleh Amerika Serkkat, sebuah operasi militer rahasia untuk menculik Presiden Venezuela Nicolás Maduro dari kediaman pribadinya di kompleks militer Fuerte Tiuna di Caracas.

Salah satunya adalah keterlibatan drone RQ-170 Sentinel, drone yang pernah digunakan oleh AS dalam Operation Neptune Star, yaitu operasi penyergapan Pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden di Pakistan tahun 2011.

Belum diketahui berapa banyak drone RQ-170 yang dilibatkan Pentagon dalam operasi militer di Venzuela tersebut. Namun di media sosial beredar cuplikan video yang memperlihatkan drone ini mendarat di pangkalan militer yang digunakan AS di Puerto Rico.

Seorang pengamat lokal di Puerto Rico merekam video RQ-170 saat kembali ke bekas Pangkalan Angkatan Laut Roosevelt Roads di Ceiba pada pagi hari usai melaksanakan misinya.

Pengamat yang sama juga merekam klip pesawat lain yang tiba di pangkalan udara hari itu serta memantau lalu lintas udara di sana secara visual selama beberapa waktu.

Pangkalan udara yang juga dikenal sebagai Bandara Jose Aponte de la Torre tersebut telah menjadi pusat utama untuk perluasan operasi militer AS di dan sekitar Karibia sejak September 2025.

RQ-170 Sentinel adalah drone mata-mata berteknologi tinggi yang dikenal karena fitur silumannya dan perannya dalam misi pengintaian di wilayah yang sangat sensitif.

Pengerahannya di Karibia adalah keterlibatannya yang kesekian kali dalam operasi militer skala tinggi.

Jauh sebelumnya pada akhir tahun 2007, drone RQ-170 telah digunakan untuk pertama kalinya oleh Angkatan Udara AS (USAF) dalam operasi militer di Kandahan, Afganistan.

Oleh karena itu pula pesawat tak berawak rancangan Divisi Skunk Works, Lockheed Martin ini mendapat nama panggilan tidak resmi “The Beast of Kandahar”.

Pada tahun 2011, RQ-170 memainkan peran penting dalam pengawasan serangan terhadap Kompleks Abbottabad, tempat persembunyian terakhir Osama bin Laden.

Namun di tahun yang sama, sebuah drone RQ-170 lainnya dilaporkan jatuh dan berhasil ditangkap oleh Iran.

Teheran bahkan kemudian mengklaim telah berhasil merekayasa balik (reverse-engineer) drone Sentinel.

Secara umum, drone RQ-170 menggunakan desain sayap terbang tanpa ekor yang dioptimalkan untuk mengurangi jejak radar.

Karena sifatnya yang rahasia, data akurat mengenai drone ini sulit didapat, namun beberapa sumber menyebut bahwa Sentinel memiliki bentang sayap antara 20 m hingga 26 m dan panjang sekitar 4,5 m.

RQ-170 dirancang untuk menjalankan fungsi sebagai platform udara tak berawak yang menyediakan kemampuan ISTAR (Intelligence, Surveillance, Target Acquisition, and Reconnaissance) di wilayah udara yang dipertahankan dengan ketat (contested airspace).

Desain silumannya memungkinkannya menyusup jauh ke dalam wilayah musuh untuk melakukan pengumpulan intelijen strategis tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan lawan.

Drone ini diperkirakan membawa sensor elektro-optik/inframerah (EO/IR) untuk pencitraan waktu nyata, Synthetic Aperture Radar (SAR), dan peralatan Intelijen Sinyal (SIGINT) yang sangat sensitif.

USAF secara resmi mengakui keberadaan RQ-170 lebih dari satu setengah dekade yang lalu, tetapi terus sangat bungkam tentang armada Sentinel, yang diperkirakan pengamat berjumlah 20 hingga 30 unit.

Dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya, RQ-170 dapat menjadi solusi berharga yang secara diam-diam melacak pergerakan Maduro dan memberikan laporan langsung kepada Trump.

“Saya dapat menontonnya secara langsung, dan saya menyaksikan setiap aspeknya,” kata Trump dalam wawancara telepon dengan Fox News.

Operation Neptune Spear

Terkait Operation Neptune Spear sebagaimana disinggu di awal, drone RQ-170 Sentinel merupakan salah satu elemen kunci dari operasi militer yang digelar AS di Kompleks Abbotabad di Pakistan, pada Mei 2011.

Dengan menggunakan sensornya yang canggih, drone RQ-170 membantu memetakan dan memodelkan secara detail lingkungan sekitar kompleks, termasuk pola pergerakan di dalamnya.

Karakter siluman drone ini memungkinkannya terbang berulang kali di atas wilayah udara Pakistan yang sensitif tanpa terdeteksi oleh radar setempat, dan membantu intelijen AS mengonfirmasi bahwa penghuni kompleks tersebut adalah target bernilai tinggi.

Selama malam serangan tanggal 2 Mei 2011 tersebut, RQ-170 bertindak sebagai mata utama bagi para pengambil keputusan di Washington, D.C.

Drone ini terbang di atas Kompleks Abbottabad dan menyediakan siaran video waktu nyata atas jalannya operasi.

Video streaming tersebut diproyeksikan langsung ke Situation Room di Gedung Putih, di mana Presiden AS saat itu Barack Obama dan tim keamanan nasionalnya memantau jalannya misi dari awal hingga akhir.

Siaran video tersebut juga memungkinkan komandan di darat dan di D.C. memiliki kesadaran situasional penuh. Mereka dapat melihat pergerakan Navy SEAL Team Six, mengidentifikasi ancaman tak terduga, dan memantau respons penduduk lokal atau militer Pakistan terhadap keributan yang ditimbulkan.

Akhir dari Operasi Neptune Spear adalah teasnya Osama bin Laden, orang yang menjadi target AS nomor wahid kala itu. (RNS)

One Reply to “Keterlibatan drone siluman RQ-170 Sentinel dalam Operation Absolute Resolve mengingatkan kita pada Operation Neptune Spear di Pakistan tahun 2011”

  1. “Karakter siluman drone ini memungkinkannya terbang berulang kali di atas wilayah udara Pakistan yang sensitif tanpa terdeteksi oleh radar setempat, dan membantu intelijen AS mengonfirmasi bahwa penghuni kompleks tersebut adalah target bernilai tinggi.”

    Radar Pakistan tak mendeteksi drone siluman tersebut, namun terdeteksi ‘radar’ warga setempat yang mendengar bahkan menyaksikan aktivitas tersebut hingga militer Pakistan hampir dikerahkan ke lokasi kejadian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *