Misteri 5.000 MANPADS Venezuela yang seolah dikunci di gudang: Aroma kongkalikong militer menyeruak

Militer Venezuela berlatih menembak menggunakan rudal MANPADS Igla-S dari RusiaFacebook

AIRSPACE REVIEW – Beragam keheranan terlontar dari sebagian kecil pengamat militer asing terkait dengan “mulusnya” Operation Absolute Resolves yang digelar Amerika Serikat di Caracas, Venezuela. Seandainya satu helikopter AS saja yang jatuh ditembak, maka operasi klandestin dini hari itu akan berubah menjadi perang terbuka yang hebat.

Siapa yang memberi perintah untuk mematikan radar? Siapa yang memberi perintah untuk mematikan seluruh pertahanan udara Venezuela? Siapa yang memberi perintah agar tidak ada MANPADS yang ditembakkan ke helikopter? Siapa yang mengeksekusi seluruh pengawal Maduro? Mengapa semua kapal, jet tempur, dan lebih dari 20 pangkalan Venezuela dibiarkan begitu saja? Siapa yang memberi perintah itu? Tulis akun Patricia Marins di X, seraya menambahkan bahwa penerbangan helikopter sangat mudah dideteksi oleh radar dan Venezuela mengoperasikan lebih dari 30 radar, dengan 9 radar baru dipasang pada bulan September.

Ia juga menuliskan pendapat pribadinya –yang ia tegaskan belum memiliki bukti–, bahwa mustahil bagi puluhan personel pengamanan presiden yang terlatih, yang berada di fasilitas yang mereka kenali dan kuasai, dapat dengan mudah dilumpuhkan sepenuhnya tanpa penyerang (pasukan AS) mengalami satu pun korban jiwa.

Terlebih, lanjutnya, laporan Venezuela menyatakan bahwa mereka dieksekusi dengan kejam.

Mengapan MANPADS Tidak Digunakan?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, perlu dipahami di awal bahwa terkait sebuah operasi militer rahasia, informasi-informasi yang disampaikan ke publik, umumnya hanyalah informasi-informasi di permukaan, yang seringkali tidak terverifikasi secara independen, sehingga kemudian menjadi narasi yang saling bertentangan dan melahirkan teori-teori konspirasi.

Meski begitu, logika nalar paling tidak dapat digunakan sebagai jembatan untuk menganalisis dan menemukan kebenaran sesungguhnya terhadap apa yang terjadi.

Di lingkungan militer, perintah untuk mematikan radar utama suatu negara hanya dapat dilakukan atas perintah komando atas, atau karena terjadi sabotase di tingkat bawah dengan segala risikonya.

Dalam Operasi Absolute Resolve, apakah Pemerintah AS memiliki akses langsung untuk mematikan seluruh radar Venezuela?

Sama seperti perintah untuk mematikan seluruh radar, perintah untuk mematikan seluruh sistem pertahanan udara Venezuela (pertahanan udara jarak jauh, menengah, dan dekat) juga hanya bisa dilakukan atas perintah komando atas. Benarkah sistem peperangan elektronika AS dengan perkasa telah mematikan seluruh sistem pertahanan udara Venezuela?

Pertanyaan lainnya, siapa yang memberi perintah agar tidak ada satu pun MANPADS yang ditembakkan ke helikopter AS?

Sejatinya, MANPADS atau rudal panggul dikendalikan oleh unit-unit kecil di lapangan. Apakah tidak ada seorang pun dari prajurit militer Venezuela yang berjiwa heroik untuk mempertahankan negaranya dari agresi militer asing? Ataukah memang ada perintah militer untuk mencegah terjadinya perang skala besar yang dapat menghancurkan Venzuela?

Ke mana jet-jet tempur Venezuela yang sebelum kejadian terlihat siap berani mati sesuai semboyan skadron mereka?

Hingga saat ini publik belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu dan belum ada bukti bahwa pesawat-pesawat tempur Venezuela telah dihancurkan oleh serangan udara AS. Mari kita tunggu bukti-bukti terverifikasinya, mungkin dalam beberapa hari ke depan.

Sejauh ini, laporan-laporan media dan analisis yang muncul, bersifat mendukung narasi adanya kegagalan pertahanan udara Venezuela yang mencolok, akibat telah dilumpuhkan oleh sistem peperangan elektronika militer AS.

Airspace Review pun telah menganalisis keunggulan sistem peperangan modern AS itu dalam tulisan sebelumnya, tanpa mengecilkan adanya isu kongkalikong atau konspirasi militer, yang perlu dibuktikan secara valid terlebih dahulu.

Tak dapat dibantah, aroma kongkalikong militer memang menyeruak di tengah kesuksesan operasi militer cepat yang digelar AS, menyiratkan adanya kolaborasi yang terorganisir pada tingkat komando tertinggi.

Terkait MANPADS yang mejadi pertanyaan dari judul tulisan ini, Venezuela disebut memiliki persediaan senjata antipesawat portabel ini dalam jumlah yang sangat besar, diperkirakan mencapai sekitar 5.000 unit.

Senjata tersebut termasuk sistem Igla-S dari Rusia. Senjata ini digunakan oleh unit-unit militer yang tersebar di seluruh Angkatan Bersenjata Nasional Bolivaria (FANB) dan unit-unit milisi.

Beberapa bulan sebelum penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, muncul laporan bahwa selama bertahun-tahun, Rusia dan China menyuplai Venezuela dengan sistem pertahanan udara yang berbeda, mulai dari senjata antipesawat ZU-23, sistem portabel jarak pendek Igla-S (MANPADS), 9K317M2 Buk M2E jarak menengah, dan sistem pertahanan udara jarak jauh S-300VM, serta sistem radar pertahanan udara JYL-1 JY-11B dan JY-27.

Presiden Maduro sendiri secara terbuka pernah mengumumkan bahwa Venezuela memiliki tidak kurang dari 5.000 sistem pertahanan udara portabel Igla-S buatan Rusia yang telah dikerahkan di posisi pertahanan udara utama di seluruh wilayah negeri.

Faktanya, belum ada laporan yang menyebut militer Venezuela menggunakan senjata antipesawat tersebut saat terjadi infiltrasi “Night Stalkers” dan tembakan-temabakan dari udara oleh pasukan AS. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *