Setelah enam bulan beroperasi mendukung Ukraina, E-7A AEW&C Australia ditarik pulang

RAAF E-7A WedgetailWikipedia

AIRSPACE REVIEW – Sebuah pesawat peringatan dini dan kontrol lintas udara (AEW&C) E-7A Wedgetail milik Angkatan Udara Australia (RAAF) akan memulai perjalanannya kembali ke Australia pada minggu ini. Hal ini menandai berakhirnya pengerahan Operasi Kudu selama enam bulan di Eropa.

Sepanjang penempatannya di Pangkalan Udara Ramstein, Jerman, pesawat E-7A RAAF telah memainkan peran penting dalam mendukung upaya multinasional yang bertujuan memberikan kemampuan peringatan dini terhadap potensi ancaman yang datang dari Rusia

Selain itu pesawat E-7A tersebut membantu mengawasi pasokan militer dan kemanusiaan yang memasuki Ukraina.

Selama beroperasi di sana, total sekitar 250 jam terbang tercatat dan misi masing-masing rata-rata lima jam. Kontingen E-7A ini didukung oleh hingga 100 personel Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

Mengenai E-7A, merupakan pesawat peringatan dini dan kontrol udara bermesin ganda berdasarkan platform pesawat penumpang sipil Boeing 737 Next Generation.

Pesawat memiliki antena radar array yang dipindai secara elektronik aktif dan model tetap, bukan antena berputar seperti pada Boeing E-3 Sentry yang berbasis Boeing B707.

Pesawat E-7A semula dirancang untuk RAAF di bawah “Project Wedgetail” dan sebanyak enam pesawat diakuisisi.

Kini, selain Australia, E-7A saat ini juga dioperasikan oleh AU Korea Selatan sebanyak empat unit dan AU Turkiye juga empat pesawat. (RBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *