36 jet militer China terdeteksi di sekitar Taiwan, 13 di antaranya lintasi Selat Taiwan

J-16 PLAAFIstimewa

AIRSPACE REVIEW – Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan pada hari Jumat mengumumkan jumlah tertinggi jet militer China dalam satu hari di sekitar Taiwan.

Dalam 24 jam menjelang Jumat pukul 06.00 (Kamis 22.00 GMT), kata Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan, sebanyak 36 jet militer China terdeteksi dan enam kapal Angkatan Laut China beroperasi di sekitar Taiwan.

Kementerian menambahkan bahwa di antara pesawat yang terdeteksi, 13 pesawat telah melintasi garis tengah Selat Taiwan, jalur perairan sensitif yang memisahkan China dari Taiwan, seperti diberitakan AFP.

Pengumuman tersebut muncul setelah aktivitas malam hari oleh militer China. Dikatakan bahwa sebeluimnya pada hari Kamis pukul 6:00 pagi, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan juga telah mendeteksi 32 pesawat militer China.

Sebelumnya pada Agustus 2022, Airspace Review pernah memberitakan sebanyak 68 jet tempur China terbang melintasi Selat Taiwan dalam latihan militer besar yang digelar China. Ini adalah rekor terbanyak pesawat militer China melintasi Selat Taiwan.

Penerbangan tersebut dilaksanakan setelah PLA meluncurkan rudal balistik jarak pendek di atas Selat Taiwan. Selain 68 pesawat, PLA juga mengerahkan 13 kapal perangnya yang sebagian telah melewati garis tengah dan membahayakan status quo selat tersebut.

Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengutuk pengerahan kekuatan militer tersebut mendekati negaranya. “Kami mengutuk tindakan seperti itu yang mengganggu wilayah udara dan perairan sekitar kami dan terus memastikan demokrasi dan kebebasan kami bebas dari ancaman,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan.

Selain kementrerian, Angkatan Bersenjata Taiwan juga turut menyampaikan pernyataannya. “Kami tidak mencari eskalasi, juga tidak memusuhi orang lain,” tulis Angkatan Bersenjata Taiwan melalui akun media sosialnya.

Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengecam langkah China yang disebutnya sebagai tetangga yang jahat. China, kata dia, telah mengepung pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dengan serangkaian latihan militer besar-besaran yang dikutuk oleh Amerika Serikat dan sekutu Barat lainnya. (RNS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *