AD Polandia akan dapatkan 24 sistem peletakan ranjau BAOBAB-K buatan lokal

BAOBAB-KHSW
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pemerintah Polandia telah menandatangani kontrak senilai sekitar 114 juta euro untuk pengadaan 24 unit sistem peletakan ranjau BAOBAB-K buatan lokal untuk digunakan AD Polandia.

Menurut perjanjian, pengiriman 24 sistem bersama dengan paket logistik dan pelatihan, dijadwalkan antara tahun 2026 dan 2028, seperti diwartakan oleh Army Recognition (6/7).

Kontrak ini ditandatangani oleh Wakil Perdana Menteri Mariusz Błaszczak pada 14 Juni 2023 yang berlangsung di Huta Stalowa Wola SA.

BAOBAB-K adalah sistem peletakan ranjau yang dikembangkan oleh Huta Stalowa Wola (HSW) SA, bekerja sama dengan Jelcz, Belma, WB Group, dan Institut Teknologi Teknik Militer.

Prototipe pertama BAOBAB diperkenalkan pada 2013 dan pada 2018 versi penyempurnaan BAOBAB-K mulai dikembangkan secara bersama.

Sistem ini dibangun di atas sasis truk Jelcz P662D.43 berpenggerak 8×8, yang dikenal dengan keandalan, mobilitas, dan perlindungannya, sehingga cocok untuk operasi pertahanan modern.

Berukuran panjang sekitar 11 m, lebar 2,6 m dan tinggi 3,4 m (termasuk unit peluncur), dengan bobot tempur 31.700 kg. Kecepatan maksimumnya 85 km/jam dan jangkauan operasi sekitar 580 km.

Sistem BAOBAB-K menggabungkan enam unit peluncur ranjau yang dipasang pada meja putar di bagian belakang sasis truk.

Setiap unit peluncur, yang dikembangkan oleh Belma ini memiliki kapasitas untuk membawa hingga dua puluh magasen preloaded yang diproduksi oleh WB Group.

Masing-masing magasen dapat menampung lima ranjau antitank, memberikan kapasitas total 100 ranjau per unit peluncur.

Memiliki kemampuan penyebaran otomatis membentuk ladang ranjau penghalang dengan berbagai ukuran, tingkat kerapatan, dan waktu penghancuran diri yang disesuaikan.

Operator dapat memprogram unit kontrol dalam mode otomatis atau manual untuk menyesuaikan parameter ladang ranjau.

Parameter peluncuran sistem memungkinkan ranjau untuk dikerahkan pada jarak mulai dari 30 hingga 90 m, dengan kecepatan bervariasi dari 5 hingga 25 km/jam.

Keserbagunaan ini memungkinkan pembentukan ladang ranjau yang tangguh hingga sepanjang 1.800 m, semuanya dalam waktu peletakan cepat kurang dari 22 menit saja.

Proses pemuatan ulang, yang difasilitasi oleh unit peluncur yang dikembangkan oleh Belma, dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit, memastikan pengaktifan ulang yang cepat jika diperlukan.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *