Rusia bangun kapal perang besar siluman baru yang dipersenjatai rudal hipersonik berhulu ledak nuklir
Istimewa AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pada tanggal 29 Desember 2022, Presiden Putin menyatakan bahwa Rusia akan mempercepat dan meningkatkan pembuatan berbagai jenis kapal perang untuk memperkuat Angkatan Lautnya.
“Kami akan mempercepat dan meningkatkan pembuatan kapal dengan berbagai desain, memperlengkapi mereka dengan persenjataan paling canggih, dan mendidik para pelaut dan tentara untuk mendapatkan pengalaman yang lebih besar, bahkan dalam pertempuran,” ujar Putin seperti diberitakan Military Cognizance (31/12).
Putin menekankan bahwa pemerintah akan melakukan semua yang diperlukan untuk menjaga keamanan Rusia secara andal dan membela kepentingan nasional Rusia di lautan, termasuk pendanaan setiap proyeknya.
Seperti diketahui, salah satu proyek kapal perang yang tengah digarap industri galangan kapal Rusia saat ini adalah pembuatan gabungan kapal perusak dan kapal penjelajah siluman (stealth) kelas Lider (Pemimpin).
Persetujuan pengembangan kapal berkode Project 23560 ini diberikan tahun 2013 dan 2015, yang dipercayakan kepada Biro Desain Severnoye dan Severnaya Verf untuk manufakturnya.
Pada 2016, Biro Desain Severnove bersama Pusat Ilmiah Negara Krylov menyerahkan desain awal kapal perusak/jelajah tersebut ke Angkatan Laut Rusia.
Mulanya, selusin (12) kapal direncanakan akan dibangun dan dibagi antara armada Utara dan Pasifik Rusia. Belakangan, disebutkan pembangunan hanya untuk delapan kapal saja.
Untuk spesifikasinya, kapal perusak/penjelajah Lider ini memiliki berat 19.000 ton, panjangnya
230 m, lebar dan draf 6,6 m.
Sebagai tenaga penggeraknya berupa reaktor nuklir, dengan kecepatan jelajahnya mencapai 32 knot atau setara 59 km/jam.
Persenjataan untuk kelas Lider ini termasuk rudal anti-kapal dan rudal jelajah seperti Kalibr-NK dan misil hipersonik maut 3M22 Zircon yang bisa dibekali hulu ledak nuklir.
Rudal pertahanan udaranya mencakup sistem pertahanan udara jarak jauh S-500 (56 sel), sistem pertahanan udara jarak menengah Redut (16 sel), serta tiga unit sistem rudal jarak dekat Pantsir-M.
Persenjataan lainnya yakni satu meriam laut kaliber 130 mm juga mendapatkan persenjatan anti-kapal selam seperti torpedo Paket-NK.
Di bagian belakang kapal tersedia helipad dan hanggar untuk menampung dua helikopter kelas medium sekelas Kamov Ka-27.
Proyek Lider ini dilaporkan sempat ditangguhkan, seperti diberitakan surat kabar Rusia Interfax pada 18 April 2020 yang menyebutkan Biro Desain Severnoye telah menangguhkan pengembangan kapal Lider.
Namun pada bulan Juni 2020, Alexei Rakhmanov, kepala United Shipbuilding Corporation (USC) melaporkan bahwa proyek Lider tersebut masih berjalan.
Pembangunan kapal utama kelas Lider diyakini dapat dimulai paling cepat tahun 2023. Rencananya tiga kapal batch pertama telah tersedia pada tahun 2027 mendatang.
-RBS-

