Kronstadt mulai bangun drone tempur Grom

Grom loyal wingman dari Rusia_ airspace reviewIstimewa
ROE

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pengembang drone asal Rusia, Kronstadt, menyebutkankan bahwa mereka telah mulai mengerjakan desain awal untuk drone tempur (UCAV) Grom di bawah kontrak negara. Hal itu disampaikan dalam forum Army-2022 di Patriot Park, Moskow.

Namun tak dijelaskan target penerbangan perdana prototipe dari drone yang proyeknya pertama kali diperkenalkan dalam forum Army-2020 ini.

Grom yang berarti Guntur adalah jenis pesawat loyal wingman kedua yang dikembangkan Rusia setelah Sukhoi S -70 Okhotnik-B (Hunter).

Grom memiliki karakteristik dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 7 ton, panjang 13,8 m, tinggi 3,8 m, dan lebar sayap 10 m.

Kecepatan terbangnya sekitar 1.000 km/jam dengan ketinggian maksimum hingga 12.000 m. Radius tempurnya 700-800 km dengan muatan bawaan mencapai 2.000 kg.

Persenjataan yang dapat dibawa Grom di antaranya adalah bom pintar dan rudal udara ke darat seperti KAB-500, MAM-L, KAB-250-LG-E, dan Izdelie 85.

Grom mampu melakukan misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR), serangan, dan peperangan elektronik baik beroperasi sendiri ataupun dalam gerombolan otonom berjaringan.

Grom juga dapat berperan sebagai sayap setia (loyal wingman) yang bekerja bersama dengan pesawat berawak baik jet tempur atau pesawat komando dan kontrol udara (AWE&C).

Dalam sebuah misi tempurnya, Grom akan beroperasi dalam satu koneksi dengan jet tempur Su-35 dan jet siluman Su-57 untuk menerobos sistem pertahanan udara musuh dan menghancurkannya.

Selain kemampuan tempurnya sendiri, Grom juga dapat mengendalikan segerombolan 10 drone tempur kecil Molniya yang juga tengah dikembangkan perusahaan.

Drone Molniya akan terus berkomunikasi satu sama lain dan dengan drone pengontrol. Terdapat pertukaran data yang konstan di antara drone.

Dimungkinkan pula untuk mengubah misi pada setiap drone dalam kelompok tersebut, menggantikan satu sama yang lainnya.

Lewat kecerdasan buatan (AI), memungkinkan drone memenuhi misi dalam kelompok tanpa komunikasi terus-menerus dengan pesawat komando dan kontrol.

Di kelasnya, Grom akan berhadapan langsung dengan Kratos XQ-58A Valkyrie dari Amerika Serikat dan CASC FH-97 dari China. Ketiganya memiliki karakteristik desain yang serupa.

-RBS-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *