USAF akan latih pilot Ukraina terbangkan F-16 dan F-15

IRST Flight Test - F-16 and F-15USAF

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Parlemen Amerika Serikat telah mengesahkan hibah 100 juta USD untuk pelatihan pilot-pilot Ukraina menerbangkan jet tempur F-16 dan F-15.

Pengesahan ini sebagai bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) tahun 2023.

Pelatihan akan dilaksanakan oleh USAF sebagai pengoperasi kedua pesawt tersebut.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah menyerukan kepada Washington untuk memberikan bantuan jet tempur canggih kepada Ukraina.

Sebab, tanpa jet tempur yang canggih sulit bagi Ukraina untuk memenangkan pertempuran melawan Rusia.

Juru Bicara Komando Angkatan Udara Ukraina Kolonel Yuri Ignat mengatakan kepada Air Force Magazine pada 13 Juli, bahkan sebelum invasi Rusia pada 24 Februari, Angkatan Udara Ukraina telah mengidentifikasi F-15 dan F-16 sebagai platform yang mereka inginkan.

Transisi ke F-15 dan F-16, lanjutnya, akan meningkatkan kekuatan Angkatan Udara Ukraina yang saat ini mengoperasikan MiG-29 dan Su-27.

“F-16 diusulkan untuk melawan tidak hanya target udara, tetapi juga target darat, dan di Angkatan Udara AS juga bertugas untuk menekan pertahanan udara musuh,” jelas Ignat melalui konferensi video dari markas Angkatan Udara Ukraina di Vinnytsia, Ukraina.

Ditambahkan bahwa pada situasi perang saat ini Ukraina membutuhkan lebih banyak sumber daya udara ke darat, sehingga dibutuhkan juga pesawat yang punya spesialisasi untuk itu.

“Itulah mengapa kami berpikir bahwa mungkin untuk memenangkan perang ini, kami membutuhkan pesawat tempur lain, bukan hanya F-16, tetapi juga F-15,” ujar dia.

Sejauh ini, pemerintah AS masih ragu untuk mengirim jet tempur ke Ukraina. Upaya membujuk sekutu NATO lainnya untuk mengirim beberapa jet bekas Soviet mereka juga tidak mulus.

Namun begitu, AS dan sekutunya mengirim beberapa suku cadang ke Kyiv.

Anggota Kongres Adam Kinzinger, seorang Republikan Illinois dan mantan pilot Angkatan Udara AS, mengusulkan amandemen tersebut, yang memungkinkan pelatihan pilot Ukraina dan awak darat menjadi terbiasa dengan pesawat AS.

Angkatan Udara AS diperkirakan akan mempensiunkan 48 jet tempur F-16 tahun ini, sarana yang dapat melengkapi tiga hingga empat skuadron tempur Ukraina.

RUU otorisasi pertahanan versi Senat diperkirakan tidak akan dipilih sampai September. Setelah itu komite konferensi akan bekerja untuk mencapai kesepakatan antara kedua majelis tentang undang-undang kompromi.

Pengamat menilai, pelatihan bagi para pilot Angkatan Udara Ukraina yang terbiasa dengan pesawat-pesawat buatan Uni Soviet diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.

Ukraina mengatakan memiliki lebih dari 30 pilot dengan kemampuan bahasa Inggris yang siap untuk memulai pelatihan tanpa mempengaruhi operasinya.

Ignat memperkirakan pilotnya bisa dilatih menerbangkan F-16 dalam enam bulan.

-Poetra-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *