Penampakan tank Harimau versi produksi saat melaksanakan uji coba

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pabrikan pertahanan asal Turki FNSS dan mitranya Pindad Indonesia tengah menguji coba tank medium Harimau varian produksi.

Dari foto yang diunggah Anadolu Agency Turki, terlihat perubahan desain pada bagian depan yang lebih landai untuk visibilitas pengemudi lebih baik.

Merujuk pemberitaan tahun lalu (6/2/2020), CEO FNSS Nail Kart mengatakan, unit pertama tank Harimau akan diserahkan akhir 2020 dan sisanya 2021.

Tank Harimau ini selanjutnya akan digunakan oleh Yonkav TNI AD sebanyak 18 unit. Tank ini didaulat menggantikan AMX-13 buatan Perancis yang mulai uzur.

Seperti diketahui, kontrak pembelian 18 tank Harimau dilakukan pada 13 April 2019 di Bandung antara Kementerian Pertahanan RI dengan PT Pindad, dengan nilai mencapai 135 juta dolar AS.

Untuk jangka panjang tank Harimau juga akan menggantikan tank Scorpion buatan Inggris yang kini masih menjadi andalan Yonkav TNI AD.

Mengenai spesifikasinya, tank Harimau memiliki panjang total termasuk kanon 9,1 m. Sementara badannya saja 6,9 m, lebar 3,3 m, dan tinggi 2,4 m.

Untuk mengoperasikannya dibutuhkan tiga awak yakni komandan, pengemudi, dan operator senjata.

Sebagai alat pemukul, tank Harimau dilengkapi kubah senjata buatan CMI, Belgia dengan senjata utama kanon Cockerill 105 mm HP (high pressure). Sebagai senjata sekunder berupa senapan mesin 7,62 mm koaksial.

Tank berbobot 32-35 ton ini digerakkan menggunakan mesin diesel Caterpillar C13 berdaya 711 hp dan dibekali lima transmisi otomatis Allison/Caterpillar X300.

Sang Harimau dapat berlari kencang maksimum 76 km/jam dengan jangkauan jelajah mencapai 450 km.

RBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *