Militer Jerman luncurkan kendaraan lapis baja lintas udara baru

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – IABG (Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft mbH) sebuah perusahaan teknik analisis dan pengujian Jerman yang berbasis di Ottobrunn dekat Munich, pada 22 Juni 2021 memperkenalkan ranpur ringan lintas udara barunya.

Federal Office of Bundeswehr Equipment, Information Technology & In-Service Support (BAAINBw) telah meminta IABG untuk membuat prototipe kendaraan ringan ini di bawah program GSD LuWa.

Pengembangan kendaraan GSD LuWa akan banyak melibatkan mitra proyek selain IABG, seperti ACS, FFG, Valhalla, dan banyak lagi.

GSD LuWa didasarkan pada suspensi twin-track independen, masing-masing termasuk tiga roda jalan dan satu roller kembali.

Bagian depan lambung dilengkapi dengan jendela besar anti peluru yang menawarkan pandangan 180 derajat untuk operator, serta jendela kecil di setiap sisi lambung.

Prototipe GSD LuWa akan dilengkapi dengan turret Valhalla yang dapat dipersenjatai dengan kanon kaliber 25 mm atau 30 mm.

Kanon jenis ini dapat menembakkan berbagai amunisi termasuk peluru APFSDS-T (Armor-Piercing Fin-Stabilized Discarding Sabot), sejenis amunisi penetrator energi kinetik yang digunakan untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.

Stasiun senjata ini juga dilengkapi dengan unit sensor elektro-optik canggih, yang memungkinkan akuisisi target dan identifikasi visual dengan cepat.

Program GSD LuWa ini bertujuan untuk menggantikan ranpur ringan Wiesel yang mulai dimiliki Angkatan Darat Jerman antara tahun 1989-1992 sebanyak 345 unit.

RBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *