India membuat jet latih HJT-36, mesin masih mengandalkan buatan Rusia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – India sudah lama bersahabat dengan Rusia. India merupakan salah satu negara pembeli alutsista terbesar bagi Rusia.

India menjalin kerja sama pengembangan bidang teknologi dengan Rusia, termasuk dalam hal transfer teknologi pembuatan pesawat terbang.

Terkait mesin pesawat, India yang sedang mengembangkan jet latih HJT-36 Sitara (Star) juga mengandalkan mesin buatan Rusia.

Belum lama ini United Engine Corporation (UEC) dari Rusia telah memasok dua mesin AL-55I ke India untuk digunakan pada HJT-36 Intermediate Jet Trainer (IJT).

Desainer Umum UEC Yuri Shmotin mengatakan, pengembangan jet latih HJT-36 saat ini sedang dalam tahap akhir untuk uji sertifikasi penerbangan. Mesin dengan sumber daya yang meningkat akan digunakan untuk menyelesaikan tahapan ini.

Ditambahkan, mesin yang dibutuhkan telah dipasok ke Hindustan Aeronautics Limited (HAL) untuk diintegrasikan ke dalam pesawat.

Sebelumnya, sebanyak 16 mesin AL-551 telah dipasok oleh UEC ke HAL. Rusia juga sedang mengatur untuk produksi berlisensi mesin ini di HAL, India.

AL-551 buatan NPO Saturn, bagian dari UEC, merupakan mesin turbofan sirkuit ganda generasi berikutnya yang dibangun sebagai mesin jet latih tempur dan pesawat tempur ringan.

Jet latih lanjut (Tahap 2) HJT-36 Sitara dirancang untuk menggantikan HAL HJT-16 Kiran yang sudah menua.

Pesawat dengan konfigurasi sayap rendah dan dua kursi tandem ini akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut India.

HJT-36Sergey Krivchikov

HJT-36 memiliki panjang 11 m, rentang sayap 10 m, dan tinggi 4,4 m.

Pesawat dengan berat lepas landas maksimum (MTOW) 5.400 kg ini mampu terbang hingga kecepatan 750 km/jam (Mach 0,75) terbang perdana pada 7 Maret 2003.

Sedikitnya 16 unit prototipe HJT-36 telah dibuat oleh HAL.

RNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *