Malaysia Airlines menyerah operasikan 6 A380, ingin hapus pesawat ini

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Nasib jet komersial superjumbo A380 kian tidak menentu di berbagai maskapai yang mengoperasikannya.

Kapasitas angkut yang besar dengan ditopang oleh empat mesin tak menjadikan pesawat ini efektif untuk mengangkut penumpang. Terlebih di masa pandemi COVID-19 di mana sektor penerbangan terkena pukulan yang sangat keras.

Untuk mengonversinya menjadi pesawat kargo juga tak mudah. Dibutuhkan biaya yang besar dan apakah A380 akan kompetitif untuk sektor tersebut. Airbus sendiri baru merancang konsep A380 Freighter.

Malaysia Aviation Group (MAG), perusahaan induk Malaysia Airlines, merupakan salah satu maskapai yang kini bersiap untuk menghapus 6 A380 dari jajaran armadanya.

Menurut pemberitaan, dalam beberapa bulan ke depan, si superjumbo buatan Airbus itu tak akan lagi terlihat menggunakan corak putih-biru Malaysia Airlines.

“Kami sedang menjajaki cara membuang pesawat. Kami menyadari tantangan bagaimana menjual pesawat. Kami sedang mencari cara,” kata Kepala Eksekutif grup MAG Izham Ismail dalam jumpa pers dengan media di Kuala Lumpur pada 4 Mei 2021.

Ditambahkan, MAG telah menyampaikan rekomendasinya kepada direksi dan direksi akan segera memutuskan.

Sebelum terjadi pandemi, Malaysia Airlines menggunakan armada A380 untuk penerbangan haji dan umrah ke Jeddah, Arab Saudi.

Dengan tidak digunakannya lagi A380, maskapai ini akan berganti ke A330-200.

Winny Phenom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *