Bantu Indonesia, 3 kapal China akan angkat KRI Nanggala dari dasar laut

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Selain SKK Migas yang mengerahkan kapal Timas 1201 untuk mengangkat badan KRI Nanggala-402 (NGL-402), bantuan untuk proses evakuasi NGL-402 juga datang dari China.

Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) mengerahkan tiga kapal khusus untuk membantu pengangkatan NGL-402 berikut 53 kru yang gugur di kedalaman 838 m di bawah permukaan laut perairan utara Bali.

Bantuan dari China awalnya dikemukakan oleh Duta Besar China untuk Indonesia kepada Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. TNI Angkatan Laut pun telah menerima dengan senang hati bantuan yang diberikan pemeritah Tiongkok tersebut.

Seperti diberitakan SCMP, PLAN mengerahkan tiga buah kapal salvage. Kapal tersebut adalah kapal Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863, Ocean Tug Nantuo-185, dan Scientific Salvage Tansuo-2. Ketiga kapal diperkirakan tiba di perairan utara Bali pada awal Mei ini.

Kapal Yongxingdao-863 memiliki dimensi panjang 156 m, lebar 21 m, dan tinggi 7,5 m. Kapal ini dilengkapi robot, sonar, side scane, dan boat rescue.

Nantuo-185 memiliki panjang 119 m, lebar 16 m, dan tinggi 6,5 m. Sementara Tansuo-2 memiliki panjang 87,2 meter, lebar 18 meter dan tinggi 7 meter.

Ketiga kapal dilengkapi wahana bawah laut yang dapat melakukan penyelaman hingga kedalaman lebih dari 4.500 m.

Sementara itu, seorang ahli kapal selam China yang tidak disebutkan namanya seperti diberitakan Global Times mengatakan, misi penyelamatan oleh kapal China akan memperluas kerja sama internasional PLAN dengan Indonesia. Ketiga kapal ini juga sekaligus dapat mempelajari geografi maritim di daerah tenggelamnya NGL-402.

Tansuo-2

Tansuo-2

Keberadaan titik tenggelamnya KRI Nanggala-402 diketahui melalui multibeam echosounder KRI Rigel-933.

Setelah itu wahana penyelam tanpa awak (ROV) dari MV Swift Rescue dari Singapura berhasil memotret NGL-402 pada kedalaman 838 m di bawah permukaan laut. NGL-402 tampak terdeteksi telah terbelah menjadi tiga bagian.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengatakan, NGL-402 mengalami keretakan karena tekanan air yang melebihi batas kemampuan penyelaman kapal buatan Jerman tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan, seluruh 53 awal KRI Nanggala-402 gugur bersama tenggelamnya kapal selam yang telah dioperasikan TNI AL sejak tahun 1981 tersebut.

Rhandy F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *