Menanti kemunculan trio bomber strategis tiga negeri adidaya

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Di tahun ini atau tahun depan, tiga negara adidaya dunia yaitu AS, Rusia, dan China kemungkinan akan mulai menunjukkan secara utuh prototipe tiga pesawat pembom strategis masa depan yang sedang mereka kembangkan.

Pesawat pembom strategis merupakan bagian dari triad kekuatan nuklir yang dikembangkan oleh masing-masing negara selain senjata nuklir dengan platfom darat dan laut.

Khusus pesawat pembom, pemerhati kedirgantaraan militer tengah menantikan wujud B-21 Raider yang dibuat oleh Northrop Grumman sebagai pengganti pembom siluman B-2 Spirit.

Sama seperti pendahulunya, dari desain yang telah diunggah oleh USAF, B-21 kurang lebih akan menyerupai sang kakak B-2 dengan sejumlah modifikasi baru. Pesawat tetap mengusung konsep “sayap terbang”. Namun demikian, wujudnya memang belum benar-benar terekspos.

Rancangan pembom B-21 dimulai empat tahun lalu dan diberitakan akan memulai penerbangan perdana pada 2022. Ditaksir, satu unit pembom ini berharga minimal 600 juta dolar AS.

Negara adidaya kedua yang sedang mengembangkan pembom silumannya, tentu saja adalah Rusia. Negara terbesar pewaris tahta Uni Soviet ini sedang menyelesaikan proyek PAK DA (Perspective Aviation Complex for Long-Range Aviation), yakni pembom siluman generasi kelima Rusia.

PAK DACGI Image

PAK DA dikembangkan oleh Biro Desain Tupolev. Konstruksi prototipe pertama PAK DA mulai dibuat oleh Rusia tahun 2020 usai mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pertahanan Rusia pada Desember 2019. Prototipe pertama PAK DA dijadwalkan selesai tahun ini.

Berbarengan dengan itu, mesin pertama yang akan digunakan oleh PAKDA juga diberitakan akan mulai diuji.

Flying Wing Negeri Tirai Bambu

Sementara negara adidaya ketiga, adalah China yang juga mengembangkan konsep flying wing yaitu Xian H-20. Dikabarkan, pesawat akan mulai menjalani uji darat tahun ini.

H-20 disebut mampu membawa 10 ton muatan termasuk rudal nuklir.

Tahun lalu, prototipe pembom ini disebut-sebut akan siap dikirim. Namun, pandemi COVID-19 tampaknya telah menunda jadwal yang telah disusun.

Departemen pertahanan AS memperkirakan, jarak jelajah H-20 lebih dari 8.500 km.

H-20Handout

Televisi Pusat China menyiarkan, H-20 dapat mengubah kalkulus strategis antara AS dan China dengan menggandakan jangkauan serangan pembom H-6K.

H-20 akan dilengkapi dengan rudal jelajah siluman supersonik dan rudal konvensional.

Namun demikian, seperti pengembangan jet tempur siluman China, pengembangan mesin pembom H-20 disebut-sebut terlambat dari jadwal.

Baca Juga: China Mulai Sibak Selubung Proyek Bomber Siluman H-20

Patut dicatat, China seringkali membuat kejutan dunia dengan tiba-tiba memunculkan produknya tanpa terpikirkan oleh negara lain. Seringkali, pesawat buatan China menyerupai pesawat buatan AS maupun Eropa.

Namun itu tidak menjadi penting, karena yang menjadi kecemasan adalah bahwa China bisa membuat produk serupa buata AS maupun Rusia dalam waktu yang sangat cepat dan kemudian memodifikasinya.

Roni Sont

One Reply to “Menanti kemunculan trio bomber strategis tiga negeri adidaya”

  1. Semoga kita tidak hanya menjadi penonton,dan menjadi lengah karena silau akan kecanggihannya salah satunya mungkin bisa menjadi musuh kita,sudah siapkah payung arhanud kita mengantisipasi ,perang dadakan sewaktu2 bisa terjadi .tetangga di utara dan selatan sudah punya jet siluman,harusnya sistem peringatan dini dan arhanud ala jin gendruwo penunggu tanah air kita mampu memberikan efek daya gentar.walau sudah ada NASAMS dan rudal amraam ini sangat kurang sekali walaupun arhanud SHORAD kita banyak tetapi siluaman siluman itu telah mampu mengeluarkan senjata jenis BVR OTHT apalagi mereka juga telah siap rudal hipersonik jarak jauh,ayo pemerintah buat TNI kita mampu melindungi gppakyat nya secara makasimal.tiru singapore negara kecil dengan sistim arhanud terkuat di asean dan metode pertahanan sarang tawonnya patut dicontoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *