Bukan hanya mobil, ini dia pesawat-pesawat sipil garapan Mitsubishi

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Di Tanah Air nama Mitsubishi populer sebagai pembuat kendaraan penumpang dan truk. Di negeri asalnya pernah menjadi produsen pesawat tempur dan pembom andalan Jepang semasa Perang Dunia ll.

Sebut saja, pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero yang menjadi momok pilot Sekutu selama perang dari 1940-1945 serta bomber G4M Betty yang juga terkenal andal.

Sempat meredup pasca kekalahan Negeri Matahari Terbit dalam perang tersebut, secara perlahan tapi pasti Mitsubishi Heavy Industries (MHI) mulai bangkit dalam dunia kedirgantaraan.

Khusus pesawat sipil, Mitsubishi terlibat pertama dalam proyek pesawat regional YS-11 yang digarap bersama pelaku industri kedirgantaraan Jepang lainnya dalam wadah bernama NAMC (Nihon Aircraft Manufacturing Corp.).

Konsorsium NACM berdiri pada April 1957, terdiri dari perusahaan Mitsubishi Heavy Industries, Fuji Heavy Industries, Shinmeiwa Manufacturing, Sumitomo, Nihon Kogata Hikoki, Showa Aircraft, dan Kawasaki Heavy Industries.

YS-11 dibuat untuk menjadi penerus DC-3 Dakota yang banyak digunakan maskapai sipil Jepang. Pesawat dapat menampung 64 penumpang dan dua kru.

Sebagai tenaga penggeraknya, YS-11 menggunakan dua mesin turboprop buatan Inggris, Rolls-Royce Dart Mk.542-10K, masing-masing berdaya 2.250 kW.

YS-11 menjalani terbang perdana pada 13 Agustus 1962 dan digunakan pertama oleh Japan Air Commuter tahun 1965.

Mu-2Istimewa

Mitsubishi Mu-2.

Total pesawat tersebut diproduksi sebanyak 182 unit dari tahun 1962-1974.

Selanjutnya pesawat penumpang sipil kedua yang dibuat oleh Mitsubishi adalah MU-2. Dapat menampung maksimum 12 orang atau empat orang versi VIP plus dua kru.

Baca Juga: Pesawat konfigurasi akhir Mitsubishi SpaceJet M90 telah mengudara

Mu-2 digerakkan oleh dua mesin turboprop Garret AiResearch (selanjutnya Honeywell) TPE331-6-251M buatan Amerika Serikat, masing-masing berdaya 579 kW.

SpaceJet M90Matti Blume

Mitsubishi SpaceJet M90.

Penerbangan perdana Mu-2 sukses dijalani pada 14 September 1963. Pesawat terbilang sukses, total sebanyak 704 unit dibangun dari 1963-1986.

Pesawat sipil terakhir yang sedang dikerjakan Mitsubishi adalah jet regional yang dinamai SpaceJet M90 berpenumpang 90 dan M100 kapasitas 70 orang. Pesawat pertama akan diserahkan pada pelanggan tahun 2021-2022.

Rangga Baswara Sawiyya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *