Dua FPB bertemu di Laut Sulawesi, KRI Layang tembakkan meriam 40 mm

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Dua kapal perang TNI AL jenis kapal patroli cepat (Fast Patrol Boat/FPB) bertemu secara tidak sengaja di Laut Sulawesi pada Kamis, 19 November 2020. Keduanya adalah KRI Layang-635 (FPB Nav V) dan KRI Kakap-881 (FPB Nav III).

KRI Layang berasal dari unsur Koarmada II. Saat itu sedang melaksanakan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu melaksanakan Patroli Penertiban Rumpon serta Penegakan Hukum terhadap kapal ikan asing.

Sementara KRI Kakap berasal dari Satuan Kapal Patroli Lantamal VIII Manado. Kapal ini dioperasikan di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut Koarmada II.

Penerangan Komando Armada (Koarmada) II menyiarkan, dalam pertemuan yang tidak direncanakan tersebut, kedua KRI kemudian melakukan koordinasi melalui jaring radio.

Keduanya kemudian melaksanakan latihan bersama, antara lain Passing Exercise, Flag Hoist, Semaphore, Flashex, dan pembekalan di laut.

Latihan untuk mengasah profesionalisme dan naluri tempur prajurit

“Latihan yang dilaksanakan pada titik pertemuan di daerah operasi ini adalah untuk mengasah profesionalisme dan naluri tempur pajurit TNI AL pengawak Alutsista Kapal Perang Republik Indonesia (KRI),” jelas Komandan KRI Layang-635 Mayor Laut (P) Indra Nusha.

Baca Juga: KRI Teluk Sangkurilang bergerak ke utara dukung pengamanan Ambalat

Selesai pelaksanaan latihan dengan KRI Layang, KRI Kakap selanjutnya melaksanakan latihan secara mandiri. Yaitu berupa penembakan menggunakan meriam utama kaliber 40 mm dengan sasaran Killer Tomatto Target.

KRI Layang dan KRI Kakap

“Latihan tersebut sebagai pengecekan fungsi meriam dan amunisi serta kesiapan tempur prajurit KRI Kakap-811 itu sendiri,” jelas Komandan KRI Kakap Mayor Laut (P) Oyu Mulia.

Pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi

Sementara itu secara terpisah, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko Rahardjo menekankan agar dalam setiap pelaksanaan latihan, baik secara mandiri maupun kelompok di daerah operasi, mengutamakan zero accident dan mengutamakan protokol kesehatan seperti telah ditekankan oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI I N.G. Sudihartawan.

KRI Layang dan KRI Kakap_Pen Koarmada II

Ditambahkan, pelaksanaan latihan juga selaras dengan program prioritas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono di bidang pembangunan sistem pembinaan kekuatan dan kesiapan operasi yang bersinergi dan mempunyai interoperabilitas tinggi.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *