Angkatan Bersenjata Jerman kehilangan satu drone Heron di Afganistan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) kehilangan satu unit pesawat tanpa awak (UAV) Heron 1 di wilayah timur Mazar-e-Sharif, Afganistan pada Senin, 16 November 2020.

Drone intai buatan Israel itu, kata Bundeswehr dalam pernyataannya, jatuh karena kesalahan teknis. Tidak ada korban luka di darat yang diakibatkan oleh jatuhnya Heron 1.

Drone jatuh di sebuah lahan, 20 menit sebelum Heron 1 berhasil mencapai pangkalan udara.

Sebuah situs pemberitaan menyebutkan, insiden itu terjadi bukan karena kecelakaan, melainkan akibat pendaratan darurat.

Disebutkan, pilot Heron 1 telah berupaya keras mempertahankan kendali pesawat selama pendaratan darurat.

Laporan menambahkan, tentara Bundeswehr dalam operasi “Resolute Support Mission” yang dipimpin NATO ini berhasil menemukan lokasi pendaratan UAV dan menemukan bagian-bagian Heron 1 yang hancur.

Tentara pun menghancurkan bagian-bagian yang tak dapat digunakan lagi. Tampaknya, drone yang jatuh itu memang akan dihapuskan.

Bundeswehr mengoperasikan tiga drone pengintai Heron 1 di Afghanistan

Bundeswehr mengoperasikan tiga drone pengintai Heron 1 di Afghanistan. Dengan jatuh satu, berarti tinggal dua yang masih dioperasikan.

Bukan kali ini saja Bundeswehr kehilangan drone-nya. Ini adalah kehilangan keempat drone Heron 1 dalam misi Bundeswehr di Hindu Kush.

Sebelumnya pada 2013 sebuah drone Heron 1 berhasil dirtas oleh kelompok Taliban dan menyebabkan drone itu jatuh di Badakshan. Dua lainnya jatuh pada 2010.

Dioperasikan dan dirawat oleh Airbus

Heron 1 dibangun oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Drone ini disewa untuk Bundeswehr dan dioperasikan serta dipelihara oleh Airbus.

Baca Juga: Menilik Kemampuan Skadron Heron 1 Negeri Singa

Jerman menggunakan Heron 1 di Afghanistan sejak 2010 dan di Mali sejak 2016.

Setelah mengoperasikan Heron 1 sejak 2010, pada Januari 2019 Bundeswehr mulai menggunakan Heron TP.

Berbeda dengan Heron 1, drone Heron TP merupakan UAV bersenjata (UCAV)

Heron TP atau disebut juga Eitan MALE (medium-altitude, long-endurance). Drone dibuat oleh pabrik Malat, divisi dari IAI.

Istimewa

Heron TP.

Drone ini merupakan peningkatan dari Heron 1 yang dibuat untuk fungsi misi pengintaian dan pengamatan dari udara.

Berbeda dengan Heron 1, Eitan MALE dapat berfungsi sebagai UAV bersenjata (UCAV), yaitu dengan memasang rudal udara ke darat.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *