Kapal perang bersenjata “Pantsir-M” segera bergabung dengan AL Rusia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Kapal perang jenis korvet pertama bersenjata rudal dan kanon antipesawat “Pantsir-M” telah berhasil lolos uji negara. Kapal tersebut adalah Odintsovo dari Proyek 2280.

Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolai Yevmenov mengumumkan, uji negara kapal rudal kecil Odintsovo telah selesai dilaksanakan.

Pada akhir November ini, ujarnya, akan dilaksanakan upacara penerimaan Odintsovo ke dalam Angkatan Laut Rusia.

“Bendera Andreevsky akan dikibarkan di kapal,” kata Yevmenov beberapa waktu lalu.

Para awak kapal ini sebelumnya telah menjalani pelatihan komprehensif di pusat pelatihan bersama Angkatan Laut di St. Petersburg dan siap untuk mengoperasikan peralatan dan senjata baru.

Pelatihan khususnya diberikan kepada para awak kapal dalam mengoperasikan sistem persenjataan baru di kapal serta pelatihan khusus lain yang dikembangkan.

Dilengkapi sistem kontrol modern

Kapal rudal kecil Proyek 22800 selain dilengkapi dengan sistem pertahanan udara “Pantsir-M” juga dipersenjatai dengan sistem rudal presisi tinggi Kalibr.

Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem kontrol modern, senjata radio-teknis, komunikasi radio, navigasi, peperangan elektronik dan penanggulangan, senjata anti-sabotase, dan sistem rudal anti-pesawat portabel.

Baca Juga: Kapal selam nuklir K-549 Knyaz Vladimir resmi masuk dinas AL Rusia

Hal ini akan memungkinkan proyek 22800 berhasil menyelesaikan misi di zona laut, baik secara individu maupun sebagai bagian kelompok kapal perang.

Mampu menjatuhkan 16 target udara secara simultan

Pantsir-M merupakan turunan dari Pantsir-S1 SP AAGM. Pantsir-M dapat melaksanakan tembakan terhadap empat sasaran secara simultan.

Rudal sistem pertahanan udara ini mampu menjatuhkan target dengan hingga jarak 20 km dan ketinggian hingga 15 km. Penembakan otomatis dapat dilakukan secara simultan terhadap 16 target di udara.

Odintsovo merupakan kapal pertama Project 22800 yang dilengkapi senjata “Pantsir-M”. Dua kapal lainnya yang lebih dulu telah beroperasi di Armada Baltik, yaitu Mytishchi dan Sovetsk, dilengkapi dengan sistem pertahanan udara yang lain.

Kapal ini nantinya juga akan ditempatkan di Armada Baltik Rusia bersama dengan lima kapal kelas Karakurt yang dibangun di Pella Shipyard, St. Petersburg.

Turunan dari Project 12300 Skorpion

Project 22800 merupakan turunan dari Project 12300 Skorpion yang berbobot mati 500 ton. Project 22800 memiliki bobot mati yang lebih besar yakni 800 ton.

Persenjataan utama kapal ini adalah rudal jelajah supersonik P-800 Oniks dengan delapan sel sistem peluncur vertikal (VLS).

Kapal dengan dimensi panjang 67 m dan lebar (beam) 11 m ini dapat melaju hingga kecepatan 30 knot.

Jarak jelajah kapal mencapai 2.500 mil laut (4.600 km) atau berlayar selama 15 hari.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *