80 sistem pertahanan udara Buk-M3 Viking dikirim ke Distrik Militer Pusat

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Sebanyak 80 sistem pertahanan udara jarak menengah, 9K317M Buk-M3 Viking, telah dikirim ke Brigade Rudal Anti-Pesawat, Distrik Militer Pusat Rusia. Sistem pertahanan udara berbasis rudal permukaan ke udara ini dalam kondisi siap operasi dan akan segera dibawa dalam kesiapan tempur.

Layanan Pers Distrik Militer Pusat mengatakan, pengiriman telah dilakukan pada 12 November 2020.

Buk-M3 merupakan versi terbaru hasil pengembangan sistem rudal pertahanan udara Rusia yang lama yaitu Buk-M2.

Sistem rudal versi baru ini memiliki kapasitas muatan yang lebih besar sehingga dapat beroperasi dengan membawa lebih banyak rudal dibanding versi terdahulu.

Kementerian Pertahanan Federasi Rusia sebelumnya mengatakan, Buk-M3 juga memiliki perlindungan modern bagi awaknya dari ledakan.

Buk-M3 diproduksi sepenuhnya oleh perusahaan Rusia Almaz-Antey VKO. Sistem rudal anti-pesawat ini dirancang untuk menghancurkan pesawat musuh yang bergerak cepat dan bermanuver maupun target udara lainnya.

Jangkauan sistem Buk-M3 terhadap target berkisar antara 2,5 km hingga 70 km serta ketinggian hingga 35 km (114.829 kaki).

Rudal 9M317M yang digunakan mampu menghancurkan sasaran yang bergerak hingga kecepatan 3 km/detik (Mach 8,8).

Rudal ini dilengkapi sistem penargetan radar aktif. Sebanyak 36 target udara dapat dihancurkan secara simultan menggunakan Buk-M3.

Terbaik dari keluarga Buk

Dalam penyelenggaraan DefExpo 2020 di Lucknow, India, Rusia untuk pertama kali menghadirkan versi ekspor Buk-M3 Viking.

Rusia mengumumkan ekspor Buk-M3 Viking pada 2018. Sistem ini diklaim merupakan yang terbaik dari keluarga Buk karena telah mendapatkan sistem proteksi radio elektronik terkini dan masa depan.

Dibandingkan dengan Buk-M2E, jarak jangkau Buk-M3 Viking 1,5 kali lipat lebih jauh menjadi 65 km. Selain itu kemampuan menjejak target secara simultan pun meningkat 1,5 kali.

Buk-M2Pinterest

Buk-M2.

Kemudian, ketersediaan sistem peluncuran rudal berpemandu dalam satu posisi tembak dengan dua unit tempur, meningkat dari 8 menjadi 18 buah.

Lembaga Riset Ilmu dan Desain Tikhomirov mengatakan, Viking dapat diintegrasikan dengan radar buatan non-Rusia. Buk-M3 juga dapat dioperasikan secara otonomus sehingga dapat meningkatkan jumlah wilayah pertahanan yang terlindungi.

India tertarik Buk-M3 Viking

India merupakan salah satu negara yang menyatakan minat terhadap sistem pertahanan udara Buk-M3 Viking dan ingin menjadi negara pertama di luar Rusia sebagai penggunanya.

New Delhi dilaporkan ingin membeli sistem ini untuk melengkapi sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 Triumf.

Baca Juga: Rusia pastikan pengiriman S-400 Triumf kepada India akan tepat waktu

Seperti diketahui, India telah menandatangani kontrak pembelian lima resimen sistem pertahanan udara S-400 dengan Rusia senilai 5,43 miliar dolar AS.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *