LM akan lengkapi F-16 dengan senjata laser pelumpuh rudal pada 2024

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Lockheed Martin sedang mengerjakan konsep untuk melengkapi jet tempur F-16 dengan senjata laser antirudal agar dapat digunakan mulai 2024.

Program SHiELD (Self-Protect High-Energy Laser Demonstrator) dari Lab Penelitian Angkatan Udara ini bertujuan untuk menempatkan pod laser pada pesawat tempur generasi keempat agar dapat melindungi mereka dari serangan-serangan rudal.

Ahli laser dari LM, Mark Stephen mengatakan pihaknya tengah bekerja keras untuk membuat pengarah sinar (beam director) dengan benar. Pengarah sinar itu dirancang agar sinar laser bekerja tepat mengenai sasaran.

Senjata semacam ini, kata Stephen, sebenarnya ditujukan untuk pesawat tempur generasi keenam seperti proyek NGAD (next generation air dominance) yang sekarang sedang dalam tahap uji terbang. Sementara program SHiELD dikembangkan untuk dapat digunakan pada pesawat tempur non-siluman seperti F-16.

Sejauh ini, senjata energi laser mulai dipasang di truk dan digunakan untuk menahan serangan roket artileri, drone, maupun rudal jelajah subsonik.

Penggunaan senjata laser dari basis kendaraan di darat, memungkinkan dihasilkannya daya sebesar 300 kilowatt (kW). Sedangkan salah satu tantangan untuk penggunaan di pesawat tempur adalah bagaimana dapat mengisi daya laser tanpa memasang sistem pembangkit listrik yang benar-benar baru. Daya yang dihasilkan pun mungkin di bawah 100 kW.

Dalam videonya, Lockheed Martin memperlihatkan bagaimana jet-jet tempur F-16 dilengkapi dengan pod senjata laser. Pod ini digunakan manakala ada serangan rudal antipesawat, baik dari permukaan maupun dari udara. Serangan rudal dapat dilumpuhkan di udara dengan cara menembakkan sinar laser terhadap rudal yang datang menyerang. Rudal itu lantas akan kolaps dan jatuh.

Dalam hal penggunaan laser, lanjut Stephen, Lockheed Martin sebenarnya telah mengembangkan Sniper Advanced Targeting Pod sejak 2006. Perangkat ini menggunakan sensor multi, termasuk laser, untuk mengarahkan rudal pada sasarannya.

“Itu menggunakan laser di dalamnya untuk memandu rudal pada target-target kecepatan dan manuver tinggi,” ujarnya seperti dikutip oleh Breaking Defense.

Hanya saja, lanjut dia, itu adalah laser penunjuk arah, bukan laser sebagai senjata.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *