Transfer senjata dari Rusia ke Laos dan Sudan tingkatkan hubungan negara

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Rusia, Laos, dan Sudan telah menandatangani kontrak pasokan senjata dan perangkat keras militer. Penandatanganan dilaksanakan di Forum Teknik-Militer Internasional Army-2020 di Kubinka, Wilayah Moskow, minggu lalu.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, transfer persenjataan yang telah disepakati oleh masing-masing pihak, akan meningkatkan hubungan persahabatan antara Rusia dengan negara-negara pelanggan.

Selain dengan Laos dan Sudan, dalam forum tersebut Rusia juga melakukan pembicaraan dengan delegasi dari Serbia dan Mongolia.

“Dokumen kontrak internasional untuk pasokan produk militer Rusia telah ditandatangani dengan pihak dari Sudan dan Laos,” ujar Kementerian Pertahanan Rusia seperti diberitakan TASS.

Tidak disebutkan, sistem-sitem persenjataan apa saja yang akan dipasok Rusia kepada Laos dan Sudan.

Army-2020 dibuka di Pusat Konferensi dan Pameran Angkatan Bersenjata Rusia, Patriot Park, pada 23 Agustus dan telah berakhir pada 29 Agustus lalu.

Selain menampilkan produk-produk industri pertahanan secara statis di Taman Patriot, Kubinka Army-2020 juga mendemonstrasikan sejumlah sistem persenjataan di Alabino proving ground, Pangkalan Udara Kubinka, dan di Ashuluk proving ground, Wilayah Astrakhan.

Lebih dari 1.500 organisasi dan produsen pertahanan menampilkan 28.000 unit produknya.

Dari jumlah tersebut, sekira 700 di antaranya merupakan persenjataan terbaru yang ditampilkan secara statis maupun dinamis.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *