Indra dari Spanyol bergabung dalam proyek jet tempur FCAS

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Perusahaan teknologi dari Spanyol, Indra, telah bergabung dalam proyek jet tempur siluman generasi keenam, NGWS/FCAS (New Generation Weapon System/Future Combat Air System), yang diresmikan oleh pemerintah Perancis, Jerman, dan Spanyol pada Paris Air Show 2019 lalu.

Indra begabung dalam kongsi untuk menangani pengerjaan JCS (Joint Concept Study) sistem persenjataan udara masa depan ini.

Dalam tahapan Studi Konsep Bersama (JCS), Indra dengan dibantu oleh Dassault dan Airbus akan memimpin riset untuk menentukan kemampuan sistem dan arsitektur umum dari sistem NGWS/FCAS.

Dari tahapan ini kemudian dapat didefinisikan peta jalan pengembangan teknologi yang diperlukan untuk mencapai target fungsional dan operasional.

Bergabungnya Indra dalam proyek bergengsi tiga negara Eropa, menjadikan industri Spanyol dapat menunjukkan salah satu kedigdayaannya. Indra juga akan menjadi koordinator dari berpartisipanya industri-industri dalam negeri Spanyol dalam proyek ini.

Dassault

NGWS/FCAS merupakan sistem aset udara masa depan dalam menghadapi medan pertempuran udara yang makin kompleks. Sistem ini mengakomodir wahana tanpa awak kendali jarak jauh (swarm drones) sebagai pasukan robotik udara.

Sistem ini dicanangkan dapat mulai mengudara pada 2025 dan digunakan mulai 2035-2040 sebagai pengganti armada jet tempur generasi keempat seperti Rafale, Typoon, maupun Super Hornet.

Peresmian program NGWS/FCAS ditandai dengan pembukaan kain penutup mock-up jet siluman ini pada penyelenggaraan PAS 2019.

Pembukaan kain penutup disaksikan oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron, Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly, Menteri Pertahanan Federal Jerman Ursula Von Der Leyen, Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles, Chairman & CEO Dassault Aviation Eric Trappier, dan CEO Airbus Defence and Space Dirk Hoke.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *