Iran ancam keluarkan senjata baru, AS khawatir Teheran beli Su-30 atau J-10

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan akan mengeluarkan senjata baru untuk menghadapi Amerika Serikat bila Washington melakukan “langkah militer” terhadap Republik Islam di Teluk Persia.

Pengumuman dikeluarkan menyusul pernyataan penasihat senior pemimpin tertinggi Iran minggu lalu bahwa Teheran telah berupaya melakukan negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump.

Dikatakan, Washington telah melaksanakan embargo senjata terhadap Teheran selama satu dekade melalui PBB. Embargo senjata yang akan berakhir pada Oktober tahun ini, dikabarkan akan diusulkan untuk diperpanjang. Bahkan Trump mengancam PBB apabila tidak melaksanakan hal itu.

Seperti diberitakan Sputnik, pekan lalu Trump telah mendorong rancangan resolusi untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran.

AS menuduh Iran telah memasok senjata ke pemberontak Houthi di Yaman yang terlibat dalam berbagai kegiatan ilegal di seluruh Timur Tengah. Iran sendiri menolak klaim tersebut.

Sementara dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu Rusia dan China, menyatakan tidak ada alasan bagi AS untuk menuntut perpanjangan embargo senjata kepada PBB. Karena, Iran telah menunjukkan komitmen untuk tidak mengembangkan persenjataan nuklirnya.

Selain itu, AS juga sudah bukan lagi bagian dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) karena sudah keluar dari kesepakatan itu.

“Dengan begitu, Amerika tak punya hak meminta Dewan Keamanan PBB untuk memberikan sanksi terhadap Iran,” kata Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, seperti dikutip Reuters beberapa waktu lalu.

Mendapat ancaman dari AS, Iran dengan tegas menyatakan tidak takut akan embargo senjata karena Teheran telah mencapai tahap swasembada dan kemandirian.

Teheran telah berhasil menciptakan sejumlah sistem senjata konvensional canggih, termasuk rudal, drone, dan sistem pertahanan udara.

Juni lalu, sistem pertahanan udara Khordad-3 yang dikembangkan di dalam negeri berhasil menembak jatuh pesawat tak berawak milik AS, MQ-4C Triton seharga 220 juta dolar, yang terbang ke wilayah udara Iran di Selat Hormuz.

Khordad 3 merupakan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri yang pertama kali diperlihatkan oleh Iran pada 2014.

Sistem ini menggunakan rudal Taer-2 yang telah digunakan secara massal oleh Angkatan Kedirgantaraan IRGC. Rudal memiliki jangkauan tembakan 50-75 km dan mencapai target pada ketinggian 25-30 km.

Khordad 3 dilengkapi radar yang dapat mengunci empat target secara bersamaan, mulai dari pesawat, helikopter, rudal jelajah, drone, dan target lainnya.

Sementara itu, kekhawatiran AS bila embargo persenjataan dicabut pada Oktober tahun ini oleh PBB, maka akan memungkinkan Teheran untuk dapat membeli persenjataan dari negara lain.

Su-30SM
Marina Lystseva/TASS Su-30SM

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, misalnya menuliskan cuitan di akun twitter yang menyatakan bahwa kemungkinan Iran akan membeli jet tempur dari Rusia atau China.

“Jika embargo senjata AS di Iran berakhir pada bulan Oktober, Iran akan dapat membeli pesawat tempur baru seperti Su-30 dari Rusia dan J-10 dari China. Dengan pesawat yang sangat mematikan ini, Eropa dan Asia bisa berada di persimpangan Iran. AS tidak akan pernah membiarkan hal ini terjadi,” tulis Pompeo pada 23 Juni.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif jelas membantah pernyataan Pompeo dan mengatakan bahwa pejabat tinggi AS mencoba menyesatkan dunia, dan akan mencoba memperpanjang embargo terhadap Iran.

Roni Sontani

One Reply to “Iran ancam keluarkan senjata baru, AS khawatir Teheran beli Su-30 atau J-10”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *