Rusia akan menguji Pantsir-M di korvet terbaru Project 22800 Odintsovo

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Armada Baltik Angkatan Laut Rusia di Kaliningrad telah memulai uji laut korvet terbaru, Project 22800 Karakurt-class bernama Odintsovo. Ini adalah kapal perang permukaan pertama yang dilengkapi dengan sistem persenjataan anti-pesawat bermunisi kombinasi peluru-rudal (AAGM) Pantsir-M.

Pantsir-M merupakan turunan dari Pantsir-S1 SP AAGM. Distrik Militer Barat Rusia dalam siaran beritanya mengatakan, uji penembakan langsung sistem Pantsir-M akan dilaksanakan dari Odintsovo dalam waktu dekat.

Sementara dua kapal Project 22800 yang terdahulu telah beroperasi. Masing-masing adalah Mytishchi pada 2018 dan Sovetsk pada 2019. Kedua kapal bersenjata rudal kecil ini dilengkapi dengan sistem pertahanan udara yang lain.

Pengembang proyek kapal ini menyebut, Indonesia merupakan salah satu negara target ekspor untuk kebutuhan angkatan laut ini.

Odintsovo akan menjalani pengujian sistem pendukung kehidupan, navigasi radio, dan komunikasi. Setelah itu kapal ini akan melaksanakan uji coba penembakan Pantsir-M sebelum dikirimkan oleh Pella Shipyard kepada Armada Baltik.

Karakurt-class dirancang menggunakan teknologi visibilitas rendah untuk mengurangi tingkat tangkapan di radar musuh. Kapal ini memiliki panjang 67 m, lebar 11 m, dan bobot mati 800 ton.

Persenjataan utama rudal ini adalah 3S14 dengan delapan rudal Kalibr-NK dan/atau rudal jelajah Onyx. Khusus Odintsovo dilengkapi sistem pertahanan udara Pantsir-M.

Pantsir-ME
Rosoborenexport

Karakurt-class dapat menjelajah di permukaan laut dengan kecepatan 30 knot. Kapal ini dapat berlayar selama 15 hari dan menjangkau jarak 2.500 mil.

“Secara khusus, dalam jangka pendek, komponen permukaan Armada Baltik akan diperkuat dengan 6 kapal rudal kecil (korvet) Project 22800 di mana empat di antaranya akan membawa sistem Pantsir-M. Korvet pertama Odintsovo yang akan melakukan uji Pantsir dalam waktu dekat,” kata Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Nikolay Evmenov pada 18 Mei 2020 dalam perayaan ulang tahun Armada Baltik.

Rusia pertama kali memperlihatkan varian ekspor Pantsir-ME AAGM dalam penyelenggaraan IDEX 2019 di Abu Dhabi. Sistem senjata ini dapat dipasang di kapal dengan bobot lebih dari 300 ton.

Mengacu pada penjelasan dari Rosoboronexport, senjata ini akan melindungi kapal dari ancaman serangan udara berupa rudal-rudal anti-kapal ketinggian rendah maupun serangan pesawat tak berawak.

Pantsir-M dapat melaksanakan tembakan terhadap empat sasaran secara simultan. Rudal sistem ini mampu menjatuhkan target hingga jarak 20 km dan ketinggian target hingga 15 km. Penembakan secara simultan dapat dilakukan terhadap 16 target secara otomatis.

Shkval-584-Karakurt-class
Pella

“Pantsir-ME memiliki kapabilitas segala cuaca dan sepanjang waktu,” kata lembaga eksporti persenjataan Rusia itu.

Korvet Odintsovo dibuat di Pella Shipyard, St. Petersburg pada Juli 2016. Kapal ini diluncurkan pada Mei 2018.

Pengembang kapal ini, Almaz Central Marine Design Bureau, mengatakan bahwa Project 22800 merupakan generasi terbaru kapal rudal berukuran kecil. Kapal dirancang untuk menghancurkan target-target kritis di pantai, kapal permukaan di laut, dan target udara.

Dalam wawancara dengan TASS tahun 2018, CEO Almaz Alexander Shlyakhtenko mengatakan, Project 22800E Karakurt-E mendapatkan minat dari sejumlah negara di kawasan Asia seperti Vietnam, China, India, dan Indonesia.

Russian MoD

Sementara itu pada International Maritime Defence Show (IMDS) 2019 di St. Petersburg, seperti diberitakan TASS, sejumlah negara seperti Nigeria, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Vietnam, Namibia, Ghana, dan Thailand juga menyatakan minatnya.

Selain mengamati Karakurt-class, kapal lain yang mendapatkan perhatian adalah fregat Gepard-3.9, Project 22160, Project 21980, dan Projet A223.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *