Bergaya rambut Mohawk, kakek ini ingin kenang masa Invasi Normandia

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Invasi Normandia atau yang bernama sandi Operasi Overlord adalah sebuah operasi pendaratan lautan terbesar di dunia yang dilakukan oleh pasukan Sekutu saat Perang Dunia II.

Invasi ke wilayah Normandia dilaksanakan pada 6 Juni 1944 dengan melibatkan hampir tiga juta prajurit dengan cara menyeberangi selat Inggris dari Inggris ke Perancis yang kala itu diduduki oleh tentara Nazi Jerman.

Walau pendaratan lautan, Operasi Overlord dibuka dengan pendaratan pasukan payung dan glider pada dini hari. Setelah itu dilakukan serangan udara dan serangan artileri laut, dilanjutkan dengan pendaratan amfibi pada pagi harinya.

Pertempuran untuk menguasai Normandia berlanjut selama lebih dari dua bulan sebelum akhirnya Nazi Jerman menyerah kepada Sekutu.

Hasil dari Invasi Normandia adalah dibebaskannya Paris dan jatuhnya kantong Falaise pada akhir Agustus 1944.

Dari sekian banyak prajurit Sekutu yang diturunkan dalam Operasi Overlord, Guy Whidden, kini berusia 96 tahun, adalah salah satu prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat selamat dan masih hidup.

Pada tahun 1944, Guy Whidden yang tinggal di Maryland masih berusia 20 tahun. Sebelum ikut diterjunkan di Pantai Normandia, prajurit Divisi Lintas Udara ke-101 ini mencukur rambutnya dengan gaya Mohawk.

Kala itu, memang populer di kalangan para prajurit Sekutu untuk memotong rambut mereka dengan gaya yang aneh-aneh. Hal ini tidak lain untuk meruntuhkan moral pasukan Jerman selain bermaksud mengejek tentunya.

WW II

Namun sayang, sehari sebelum Invasi Normandia dilaksanakan, seorang letnan mengatakan kepada Whidden bahwa rambutnya harus dirapikan lagi. Whidden pun kemudian memangkas habis rambutnya dan kepalanya menjadi plontos.

Sekarang, di masa pandemi virus corona di mana seluruh orang diharap tinggal di rumah, Whidden melakukan sesuatu untuk mengusir kebosanan. Hal yang dilakukannya adalah kembali memotong rambutnya bergaya Mohawk untuk mengenang masa-masa sebelum ditugaskan terjun dan bertempur di Normandia.

Whidden mengaku ingin menyebarkan kegembiraan kepada semua orang yang terkurung di rumah agar bisa tersenyum dengan melihat potongan rambutnya.

Maksud lainnya, ia ingin memberikan penghormatan kepada kawan-kawannya yang gugur di Normandia. Seperti diketahui, sebanyak 45.000 tentara Sekutu tewas dalam pertempuran di Normandia.

Friends of Guy Whidden

Untuk melaksanakan niatnya, Whidden tidak pergi ke tukang cukur. Namun ia meminta cucunya, Lydia Arshadi, untuk memotong rambut dengan gaya yang diinginkannya itu.

Dengan cara begitu, ia pun tidak perlu pergi dari rumah selama masa pembatasan sosial ataupun lockdown ini.

Usai dipangkas bergaya Mohawk, Whidden kemudian menyebarkan videonya ke ke akun facebook Friends of Guy Whidden.

Ia mengaku serasa merasa kembali muda dan menantang para pasukan lintas udara atau siapapun untuk melakukan hal yang sama melalui hastag #MohawkChallenge.

Friends of Guy Whidden

Ribuan netizen telah membalas video Whidden dan mengunggah foto potongan rambut bergaya Mohawk sebagai bagian dari #MohawkChallenge yang dicetuskan Guy Whidden.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *