Hasil polling pembaca AR, Su-35 pilihan favorit untuk Skadron Udara 14

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Tergerak untuk mengetahui isi hati pembaca setia Airspace Review (AR), kami dari redaksi pun coba membuat polling kecil-kecilan secara spontan di akun fans page facebook Airspace Review (@angkasareview).

Polling yang diajukan adalah soal pengganti pesawat F-5E/F Tiger II TNI AU di Skadron Udara 14 Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi, Jawa Timur.

Polling dilaksanakan selama dua hari pada 12 dan 13 April 2020 mulai pukul 05.21 WIB dan berakhir di jam yang sama.

Airspace Review menyodorkan 13 pesawat tempur generasi 4 – 4,5. Terdiri dari Boeing F-15EX Advanced Eagle, Lockheed F-16 Viper, Sukhoi Su-35 Super Flanker (Flanker-E), Boeing F/A-18 ASH (Advanced Super Hornet), MiG-35 Super Fulcrum (Fulcrum-F), Saab JAS 39 Gripen, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, Chengdu J-10C Vanguard, Chengdu/PAC JF-17 Thunder, Mitsubishi F-2, HAL Tejas, dan KAI F/A-50 Fighting Eagle.

Polling pesawat pengganti F-5

Pada saat artikel ini ditulis, polling sudah menjangkau 11.382 orang, terjadi 3.341 interaksi, mendapat 103 komentar, dan 16 kali dibagikan.

Dari hasil polling yang didapat, muncul angka pilihan sebagai berikut:

  1. Sukhoi Su-35 Super Flanker (101)
  2. Boeing F-15EX Advanced Eagle (78)
  3. Dassault Rafale (51)
  4. Mikoyan Gurevich MiG-35 Fulcrum-F (51)
  5. Lockheed Martin F-16V Viper (47)
  6. Saab JAS 39 Gripen (39)
  7. Chengdu J-10C (33)
  8. Boeing F/A-18 ASH (33)
  9. Mitsubishi F-2 (33)
  10. Chengdu/PAC JF-17 (27)
  11. Eurofighter Typhoon (26)
  12. KAI F/A-50 Fighting Eagle (24)
  13. LCA Tejas (23)

Terlepas dari faktor apa pun, hasil tersebut mencerminkan pilihan pembaca setia AR. Dan terlihat, tampaknya memang kebanyakan merindukan sosok Su-35 Super Flanker sebagai pengganti F-5E/F Tiger II untuk Skadron Udara 14 TNI AU.

Apakah jet tempur Su-35 memang benar-benar akan direalisasikan pembeliannya oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia? Atau Kementerian Pertahanan sudah punya pinangan yang lain? Mari kita nantikan berita-berita kejutan lainnya.

Roni Sontani

36 Replies to “Hasil polling pembaca AR, Su-35 pilihan favorit untuk Skadron Udara 14”

  1. Kita harus lihat sejarah juga, bagaimana kedekatan kita dan bantuan Uni Soviet pada Indonesia. Mengharapkan di berikan untuk membeli F 35 adalah sebuah khyalan Indonesia bukan anggota NATO dan bukan pula Sekutu AS. Tetap yang terbaik Su 35 berikut Su 57.

  2. SU-35 Favorit 100% Indonésia tapi 200% tidak jadi dimiliki Indonesia karena takut sama negara yang kemaren tidak boleh ambil SU-35. Negara kita Negara Non blok kenapa harus takut dengan ancaman negara lain. Itu semua tergantung dengan Pak Presiden sama Menhan. Tapi apalah saya hanya rakyat biasa yang bisa melihat bangga dengan negara kita yang bisa jadi negara besar.

  3. Saya lebih memilih pesawat tempur yang lebih dulu mengunci musuh ketimbang peralatannya semuanya Tidak berguna jika Sudah lebih dulu terkunci pesawat musuh

  4. Kembali ke sejarah kita di masa lampau yang telah dibangun oleh Bapak presiden pertama kita Ir. Soekarno terhadap Rusia. Yang bisa dipegang kepercayaan sampai saat ini
    Su-35 & Su-57 menjadi pilihan yang strategis untuk melawan F-35 AS yg dibeli Australia & Singapura.
    Jika pun indonesia Ingin membeli F-35 AS mungkin yang diberikan bukan teknologi F-35 melaikan F-16 hanya casing saja F-35. Ingeat satu hal Amerika tidak bodoh

    1. Wkwkwkwk
      Rata2 kalau baca artikel tentang perbandingan senjata antara AS dan Russia selalu didasarkan oleh benci tidaknya terhadap negara tsb, bukan karena emang benar2 paham permasalahn yang di bahas

      Contoh nya ini Kalau Baca komen seperti ini, lebih condong karena faktor kebencian terhadap AS, bukan karena pemahaman tentang artikel ini.
      “Kasih F 16 tapi Casing F 35” emang segampang ganti casing hp😂😂😂🥳
      Oalah neng2,, kalau struktur benda itu beda antara casing dengan body.

      1. Betul, pilihan ke Rusia karena tidak ada kesenangan dgn AS, tapi kalau pesawat saya kira masih unggul F35 lightening II karena musuh belum lihat sudah dikunci duluan mati deh atau F22 raptor yang lincah hehehe

      2. emang benar…berarti anda yang tidak memahami situasi atau sejarah…selama kita memakai F-16 Falcon, apa yg kita banggakan, gak ada…
        timor Leste lepas, sipadan, Ligitan…semua lepas…karena kita pakai produk AS
        karena negara tetangga semua di atas Indonesia, negara tetangga pembendung kita dengan alutsista yang rata2 di atas kita, kalau dari produk AS nya….semenjak kita punya Sukhoi, untuk negara Asean/australia ada yang berani ganggu wilayah Indonesia…dan bukan malah kebencian pada AS, tp masalah lain, benar…kita gak perlu takut, karena kita negara nonblok… teman sejati adalah Rusia…karena Rusia adalah sahabat Indonesia ,bukan sekutu…
        sprti Ausie,spore,Malaysia,mereka adalah negara persemakmuran…dan sekutu AS…
        berarti anda tidak mengerti tentang alutsista…cuma koment doang…
        jayalah Indonesiaku…
        NKRI harga mati….salam dari kepulauan riau

  5. Pengadaan pesawat tempur dan alutsista lainnya harus berdasarkan UU no 16 tahun 2012 (harus bisa ToT). Selama ini pespur buatan USA dan Rusia belum ada yang bisa penuhi hal tsb. Ikuti Pakistan, India, dan Brazil dalam pengadaan pespur dengan mengikutkan industri strategis di dalam negerinya. Selain itu pengadaan pespur harus berdasarkan kebutuhan kita (dgn pembatasan kita negara kepulauan, anggaran terbatas, jam operasional pespur harus yg rendah, umur ekonomis yg panjang, dll), bukan karena keinginan kita, dan harus bisa G to G.

    1. Saya setuju dengan ini, kalau memang ingin Indonesia berfikiran maju kedepan harusnya kita membeli alutsista berupa pespur harus sesuai dan melalui tot ,karena apa Indonesia bukan negara yang kekurangan sumber daya , di masa era modern seperti ini kita harus selangkah lebih maju di banding negara asean yang lain ,kita harusnya sudah bisa paling tidak membuat sendiri jet tempur meskipun itu dengan bekerja sama maupun mandiri ,paling tidak kalo negara ini sudah bisa mandiri kita tidak masalah lagi dengan embargo embargo , tapi entah pemerintah sekarang memang kurang mendukung dengan alutsista dan pertahanan negara , bukan mustahil dengan kemampuan dan sdm yang kita mikiki ,tapi yang diragukan sekarang kesiapan pemerintah mendukung dan mendanai kerjasama tersebut

  6. Pesawat tempur yang dapat mengunci lawan Lebih dulu, bukan peralatan dan misilnya..yang tangguh dog fight dan jarak jauh

  7. SU 35 yang terbaik untuk indonesia, alutsista dari AS rawan embargo kita tidak leluasa menggunakannya dan kerugian yang akan kita dapat

  8. Jangan takut ancaman USA, lanjutkan beli su35 dan sekalian sama su57 nya bila perlu. Untuk TNI AD datangkan perisai S400, itupun kalau ada duitnya hehe.. saya selaku rakyat indonesia sangat mendukung bila pengadaan alutsista RI di dominasi produk Rusia,. Karena dari dulu Rusia lah yang selalu menjadi sahabat terbaik RI.

    1. saya sangat setuju dengan anda…untuk alutsista ,Rusia hebat,rudal kelas bawah aja,seperti yakhont jada andalan kita,gmn kalo yg di atsnya,…dan untuk rudal kelas menengah…gak terhitung,sprti Iskander,Brahmos dan BLA…BLA…banyak deh…
      untuk rudal,pespur,kasel,kapal perang…sangar banget…apalagi ICBM nya…satan,Bulava dan avangard,woooooow rata AS…dan satu lagi yang bikin bangga,karena Rusia adalah sahabat indonesia,siap membantu Indonesia jika diganggu sekutu AS…
      bravo RUSIA….
      bravo INDONESIAKU
      NKRI harga mati…salam dari kepri

  9. Kalau gak selalu beli keluar negeri, mungkin gak ada proyek pengadaan kali yah. coba teken MOU dengan negara yang produksi jet tempur tersebut agar bisa sekaligus di produksi dalam negeri kita.

  10. Contoh negara Turki tetep pada pendiriannya untuk tetap membeli S-400 walaupun ditentang oleh sekutunya NATO terutama Amerika, itulah Ankara yang tidak bisa didikte oleh negara lain.

    1. Kami setuju dengan memilih SU 35 . Itu yg terbaik. Dengan avionik dan radar yg bagus serta jangkauan yg lebih jauh serta mampu membawa beban snjata yg lebih berat , mampu terbang lebih tinggi, bebas embargo, insya Allah memberi efek gentar bagi negara lain. Ingat hrs komit dg perjanjian yg telah ditandatangani.

  11. Tidak mungkin Indonesia di serang atau Indonesia menyerang, narasi seolah-olah Indonesia akan diserang hanya untuk alasan membeli yang akhirnya pihak tertentu ada yang untung besar. Lebih baik yang sebanyak itu untuk mulai membangun pabrik alat-alat perang, dimulai dari sekarang tentu suatu saat akan besar, daripada membeli terus belum lagi perawatannya..

  12. Saya gak comment performance pesawat tempur product barat atau timur, apalagi comment teman teman semua sebagai netizen karena kita kawan sebangsa yang semua ingin negara kita aman dan bermartabat. Tapi saya menyikapi beliau beliau yang memang punya wewenang dan tanggung jawab untuk pengadaan alutista, terserah sebagai dan posisi apa. Musyawarahkan dengan semua yang terkait, pertimbangkan segi positif dan minusnya serta ambil keputusan secara tegas. Karena semua pekerjaan yang paling berat adalah saat mengambil keputusan. Maju dan merdeka kan Indonesia.

  13. Lebih baik bayar utang dulu, kalo udah beres utang baru belanja belanja alutsista.
    Percuma negara punya senjata canggih canggih tapi rakyatnya pada jadi ojol ,kasian deh lo

  14. lebih baik su35 lah..kita serahkan ke yang ahli tapi saya sangat yakin tni juga pilih su35..kalau AS gak setuju..beda cerita..kita yang punya duit ko.balik lagi persiden kita..berani gak ambil tindakan .klo tni si saya yakin pilih su karena udh paham betul dng pesawat rusia

  15. Survei boleh menang Su-35 tapi tetap keputusan di tangan pemerintah 🤣

    Semoga pengadaan Su-35 tetap berlanjut dan gak seperti yang dirumorkan sebelumnya, batal. Dan ditambah medium fighter pendampingnya F-16 block 70/72 atau kalo bisa lebih baik F-35. Yang terbaik pokoknya untuk TNI AU

  16. F5 adalah pesawat kecil berbiaya operasional murah, sedangkan su-35 adalah pesawat besar dan canggih berbiaya operasional sangat mahal. Yang kita perlukan yang sebanding dengan pesawat yg digantikannya, yaitu pesawat kecil berbiaya murah, paling pas ya F-16.

    1. udah tau harga pensil/missile yg nemplok di F-16 pak?
      trus datalink system yang harus disediakan untuk mendukung F-16 harganya berapa pak?

      hehehehehe

  17. Yg terbaik itu kalau sudah dibeli, baik dari usa / Rusia, kalau masih sebatas wacana mau ini itu tapi gak ada duit percuma😁

  18. Kena apa NKRI musti takut di embargo kita negara yg berdaulat sepenuhnya, kita punya power untuk membeli pilihan yg tepat untuk TNI AU SU 35 dan MIG 31 kita gak bisa diatur2 ini negara kita

  19. Sedikit kilas balik sejarah militer indonesia, di era tahun 60-an, bagaimana besarnya bantuan rusia menopang bambu runcing dan kemudian kita mampu beringsut dan bergeser ke negara yang diperhitungkan di asia dengan sederetan kekuatan alat militer yg dimiliki waktu itu, kapal perang yg besar dan mematikan, pesawat pembom dan jet2 tempur yg tidak tertandingi di kawasan…..Nah.. Sekarang tawaran itu datang di waktu yg berbeda, apa lagi su-35 akan dicantolkan rudal yg mematikan rudaaal Hipersonic dan alat peciuman yg semakin tajam dapat mengendus musuh dari jarak 100-an km ,jadi saya kira dgn pertimbangan history dan kemampuan mengendus dan ketapel hipersonic dan kelincahan manuver yg hebat yg melekat pada su-35 menjadikan dia sebagai perjaka freedom yg patut di perhitungkan untuk menjaga langit biru indonesia agar tetap biru,jangan sampai jadi kelabu baru bilang seandainya tidak diembargo oleh belalang, kita mah.. Masih bisa menari2 diatas luka pandemic corona ,ya… Terlambat sudah

  20. Super Flanker yang baik karena manuver yang ampuh
    Kalau bisa tambahkan Viper dan Lighting II JSF untuk jaga wilayah kedaulatan NKRI

  21. Apa lagi kemampuan pilot2 muda indonesia (Au) sudah tidak diragukan lagi, karena su-²7 /³0 sang kakak udah akrab benar dengan driver udara kita, amiin….

  22. western fighter jets…dalam setiap gelaran tidak pernah stand alone.
    Satelit militer aktif + AWACS aktif + aktif ground radar sebagai trio datalink.
    F35 super duper mahal.
    F15 yg terbaru juga mahal dan itu belum weapon system + belum sistem pendukung diatas.

    status combat proven setiap konflik :
    1. negara lawan diembargo ekonomi duluan.
    2. pesawat lawan rendah maintenance.
    3. radar jadul.
    4. ga punya AWACS + SURVEILANCE satelit etc.

    serius mau beli produk western?
    sebiji AIM120 Itu milyaran rupiah

  23. Hasil pooling jadinya SU-35, wajar! Kebencian dan rasa muak responden thd hegemoni Amerika beserta sekutu dan kaki tangannya terungkapkan! Kita (baca:DPR) seharusnya sangat prihatin bhw kekuatan militer kita nasibnya ditentukan oleh negara tetangga seperti Singapura dan Australia. Mrk memang sekutu Barat dan Israel! Melalui lobi strategis mrk bersama Amerika mrk “menata” kemampuan alutsista bangsa ini. Lebih lima dekade setiap pembelian alutsista harus mendapatkan persetujuan amerika. Pada akhirnya kita harus mendapatkan alutsista usang dan ketinggalan jaman dari amerika. Jikapun diijinkan dari rusia pun, maka nyata nyata kemampuan nya jauh yg dipunyai singapur dan asutralia. Mestinya kita bisa berlepas diri dari tekanan luar tapi invicible hand mrk sudah mengakar dalam pemerintahan?, dalam DPR? Bahkan dalam UU?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *