Drone intai serang berat Altius siap bertempur dampingi Su-57

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Drone intai serang kelas berat Altius buatan Rusia akan memiliki elemen kecerdasan buatan (AI) untuk berinteraksi dengan jet tempur siluman generasi kelima Sukhoi Su-57 yang akan dapat mengontrolnya dari jarak jauh.

Peralatan kecerdasan buatan akan dipasang pada akhir tahun 2020. Sementara pengujiannya akan dimulai setelah itu.

Seperti Airsace Review pelajari dari berita harian Izvestia pada 27 Maret 2020, Altius yang ditingkatkan dapat melaksanakan serangan secara mandiri. Drone akan memperoleh koordinat dan menghitung rute penerbangan terbaik ke target dan titik rilis.

Drone juga akan mempertimbangkan informasi tentang situasi udara dan pertahanan udara musuh yang disediakan oleh markas pusat secara real-time. Hal ini akan mengurangi kehilangan drone dalam konflik dengan musuh yang dipersenjatai dan dilengkapi pertahanan udara yang kuat.

Setelah melaksanakan misi, drone Altius secara otomatis akan kembali ke area patroli melalui rute paling aman.

Saat ini, operator darat mengontrol semua tahap penerbangan drone.Kecerdasan buatan akan mengurangi beban operator dalam penerbangan panjang. Altius dapat terbang tanpa henti selama lebih dari satu hari penuh.

Su-57
The Aviationist

Altius akan dipersenjatai dengan keluarga bom luncur (gliding bomb) Grom bereksplosif tinggi seberat 500 kg dan dapat mencapai sasaran hingga 120 km. Tareget serangan berupa markas, satuan radar, pertahanan rudal dan udara, peluncur rudal jelajah darat, dan lainnya.

Altius sendiri merupaka tiga serangkai drone serang yang kini tengah dikembangkan Rusia. Dua lainnya adalah KT Orion (drone jenis MALE) dan drone tempur (UCAV) Sukhoi S-70 Okhotnik.

Pengembangan Altius sempat bermasalah, hingga proyeknya dipindahkan dari Kazan ke Ural Civil Aviation Plant (UZGA) pada akhir 2018. Perusahaan ini berpengalaman dalam produksi drone pengintai Forpost atas lisensi Israel.

Selanjutnya pada 2019, perusahaan di Yekaterinburg menghadirkan opsi Altius-U yang ditingkatkan dengan komunikasi satelit. Sekarang jangkauan operasi hanya dibatasi oleh cadangan bahan bakar saja.

Peralatan satelit akan memungkinkan drone untuk menyerang target ratusan dan ribuan kilometer jauhnya dari pangkalannya.

Pada Desember 2019 lalu, Kementerian Pertahanan Rusia dan UZGA telah menandatangani kontrak untuk Altius-RU. Ini akan menjadi dasar untuk versi produksi Altius yang akan digunakan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Rusia.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *