Angkatan Darat Brasil mencari MBT baru pelengkap Leopard 1A5BR

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Angkatan Darat Brasil baru-baru ini menerbitkan dua dokumen. Satu menguraikan persyaratan operasional dan yang lainnya persyaratan teknis, logistik, dan industri, yang akan mengarah pada potensi akuisisi di masa depan dari tank tempur utama (MBT) baru .

Dibalut dengan nama Proyek VBC-CC (Viatura Blindada de Combate-Carro de Combate), MBT baru berbobot 50 ton akan diawaki oleh empat orang.

Dimensinya, maksimum panjang 12 m, lebar 4 m, dan tinggi lambung maksimal 3 m.

Diharapkan MBT baru memiliki kecepatan tertinggi 60 km/jam, jangkauan operasi 400 km, kemampuan arung air hingga 1 m, dan dapat melintasi parit selebar 2,5 m.

MBT akan menggunakan mesin yang dapat mengonsumsi bahan bakar multi jenis dan dibekali transmisisi otomatis atau semi otomatis serta menawawarkan jejak termal yang rendah.

Seperti Airspace Review kutip dari pemberitaan Janes (30/3), persenjataan utama MBT ini diisyratkan berupa meriam 120 mm smoothbore yang stabil dan memiliki low recoil.

Tank dilengkapi senapan sekunder koaksial dengan kaliber 7,62 mm, sebuah stasiun senjata kendali jarak jauh (RCWS) dengan senjata 12,7 mm, plus delapan peluncur granat asap 76 mm.

Peralatan utama lainnya adalah sistem kelistrikan 24V, sistem pencegah kebakaran otomatis, sistem pengendalian tembakkan dengan komputer balistik, stasiun cuaca, pelacakan otomatis target, pengintai laser dan pencitraan termal untuk komandan, dan penembak lalu unit pendingin udara (AC)..

Selanjutnya sistem komando dan kontrol yang terdiri dari radio, interkom, dan sistem manajemen pertempuran (BMS), unit daya tambahan, kit perlindungan dari bahaya radiasi kimia, biologi, radiologis, dan nuklir.

EE-T1-Osório
Istimewa

AD Brasil memang beralasan mendapatkan tank baru ini karena saat ini masih mengandalkan Leopard 1A5BR yang diperoleh dari Jerman tahun 2006.

Sebagai tambahan informasi, di tahun 1982 pabrik Engesa, Brasil berhasil merancang MBT buatan lokal EE-T1 Osório. Pada 1985 dua prototipe berhasil dibangun.

Hebatnya EE-T1 Osório berhasil menyingkirkan tank AMX 40 Prancis, M1 Abrams dari AS, dan Challenger 1 dari Inggrs dalam pengadaan tank tempur utama untuk Arab Saudi kala itu.

Sayangnya tekanan politik dari AS yang ikut bermain membuat Arab Saudi mengalihkan pesanan EE-T1 Osório  ke M1 Abrams pada 1989 bersamaan dengan terjadinya Perang Teluk 1.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *