Raytehon mulai produksi sistem pertahanan udara Patriot untuk Bahrain

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) –  Raytheon Company mulai memproduksi sistem pertahanan udara MIM-104 Patriot untuk Bahrain. Hal ini sebagai realisasi kontrak pengadaan yang diberikan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) kepada Raytheon senilai 551 juta dolar AS pada 31 Januari lalu.

Sebelumnya pada Agustus 2019, Bahrain telah menandatangani kontrak pembelian Patriot dari Raytheon via US Army.

Pihak pabrikan mengklaim, Patriot merupakan sistem pertahanan udara dan rudal taktis paling canggih.

Sistem ini melindungi wilayah dari ancaman pesawat, rudal balistik taktis, rudal jelajah, dan pesawat tanpa awak.

Patriot dibuat sejak tahun 1976 dan hingga saat ini digunakan oleh lebih 15 negara di dunia.

Sistem ini telah dilibatkan dalam 250 kali penggunaan di medan perang oleh lima negara. Sebanyak 150 di antaranya berhasil mencegat rudal balistik.

Lebih dari 1.100 peluncur Patriot telah diproduksi. Sementara untuk rudalnya telah diproduksi lebih dari 8.600 unit.

Roni Sontani

One Reply to “Raytehon mulai produksi sistem pertahanan udara Patriot untuk Bahrain”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *