Panser Kobra pesanan Kemhan RI dari Ceko mulai berdatangan

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Pesanan 22 unit kendaraan tempur pengangkut pasukan jenis Infantry Fighting Vehicle (IFV) Kobra 8X8 untuk Batalyon Infantri Mekanis (Yonifmek) TNI AD mulai berdatangan. Ranpur tampak diturunkan dari kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 4 Februari lalu.

Kontrak penandatanganan Kobra 8X8 IFV sendiri telah dilaksanakan pada 13 April 2019 di PT Pindad, Bandung antara Pindad dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI. Nilai pengadaan kontrak ini mencapai 80 juta dolar AS untuk memasok 22 unit.

Ranpur Kobra (nama lokal untuk Pandur II CZ) merupakan kerja sama antara Pindad  dengan perusahaan asal Ceko, Excalibur Army, yang merupakan bagian dari Excalibur Group (kini disebut CzechoSlovak Group atau GSC).

Dalam kemitraan ini, Excalibur Army memberikan kemudahan produksi panser buatannya dengan memberikan Trasfer of Technology (ToT) kepada Pindad. Pindad dapat meracik spek khusus yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan Yonifmek TNI AD sebagai pengguna.

Dikabarkan, Kobra akan mendapatkan kubah tempur tanpa awak buatan U30 Mk II buatan Elbit Systems yang akan disediakan oleh Ares (Elbit Systems Brazil). Senjatanya  menggunakan kanon kaliber 30 mm Bushmaster Mk.44 buatan Northrop Grumman dengan senjata sekunder berupa SMS 7,62 mm buatan Pindad.

Kobra diawaki tiga orang yakni komandan, pengemudi, dan juru senjata. Kabin belakangnya dapat menampung delapan pasukan bersenjata lengkap dengan muatan bawaannya mencapai 8,5 ton.  

Untuk diketahui, sebelum kontrak pengadaan 22 unit tersebut, pada November 2016 Kemhan RI telah memesan empat panser Pandur II CZ dari Excalibur Army. Setahun kemudian, pada September 2017 keempat panser telah merapat ke Tanah Air dan tampil perdana di hadapan publik pada perayaan HUT TNI ke-72 Oktober 2017.

Panser Kobra
Twitter/Putut Reza

Mengenai spesifikasinya, Kobra memiliki panjang 7,5 m, lebar 2,67 m dan tinggi 2,1 m. Bobot tempurnya mencapai 17,6 ton, namun dengan tambahan add-on armor menjadi 22 ton.

Kulit Kobra mendapatkan proteksi tambahan berupa add-on passive armour buatan Rafael, Israel. Lapisan ini mampu menahan laju munisi SMB kaliber 14,5 mm. Bagian bawah lambung Kobra dilapisi SSAB ARMOX 500 yang sanggup bertahan dari ranjau darat dan IED.

Rangga B. Sawiyya/AR

Pada bagian depan Kobra telah menerapkan perisai pemecah gelombang air/ombak. Lalu bagian palka pengemudi juga telah dipasangi sistem penglihatan malam CDND-1.

Sebagai tenaga penggerak, Kobra menggunakan mesin diesel Cummins EURO III berdaya 455 hp. Kobra dapat melata di jalan datar keras mencapai 105 km/jam dan berenang di air 10 km/jam dengan jangkauan operasi sejauh 700 km.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *