Militer Iran akui pesawat 737-800 Ukraina tertembak rudal

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Militer Iran mengakui pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines nomor penerbangan PS752 yang jatuh di dekat Teheran pada Rabu pagi tertembak rudal secara tidak sengaja.

Pengakuan itu disiarkan televisi pemerintah Iran sebagaimana diberitakan BBC Nesw, Sabtu, 11 Januari.

Militer Iran menyebut, kecelakaan itu terjadi akibat “kesalahan manusia” setelah pesawat mengudara dekat situs sensitif milik Garda Revolusi Iran.

Dikatakan, mereka yang melaksanakan kegiatan itu (penembakan pesawat) akan dimintai pertanggungjawaban.

Iran sebelumnya membantah berita yang menyebutkan bahwa salah satu rudal militernya telah menjatuhkan sebuah pesawat di dekat ibu kota Teheran, Iran.

Namun, tekanan yang dilontarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Kanada yang mengutip data laporan dinas intelijan telah membuat Iran akhirnya mengakui perbuatan itu.

AS dan Kanada meyakini, pesawat Boeing 737-800 Ukraina jatuh akibat serangan sebuah rudal Iran, yang mungkin saja terjadi secara tidak sengaja.

(FILES) In this file photo taken on January 08, 2020, rescue teams work amidst debris after a Ukrainian plane carrying 176 passengers crashed near Imam Khomeini airport in the Iranian capital Tehran, killing everyone on board. – US officials believe that Iran accidentally shot down the Ukrainian airliner, killing all of the 176 people on board, US media reported on January 9, 2020. Newsweek, CBS and CNN quoted unnamed officials saying they are increasingly confident that Iranian air defense systems accidentally downed the aircraft, based on satellite, radar and electronic data. (Photo by – / AFP)

Beberapa jam setelah luncurkan serangan rudal ke Irak

Untuk diketahui, 737-800 PS752 Ukraine International baru dua menit mengudara untuk terbang dari Teheran menuju Kiev. Pesawat tersebut jatuh dan menewaskan 176 orang di dalamnya.

Peristiwa itu terjadi hanya berselang beberapa jam setelah Iran melancarkan serangan rudal ke dua pangkalan udara yang menampung militer AS di Irak.

Boeing 737-800 Ukraine International PS752 terbang dari Teheran ke Kiev, Ukraina untuk selanjutnya akan menuju Toronto, Kanada. Namun, pesawat dengan registrasi UR-PSR tidak sampai ke tujuannya karena jatuh saat baru meninggalkan Bandara Internasional Imam Khomeini.

Media AS berspekulasi, pesawat Ukraina menjadi sasaran tembak setelah keliru dianggap sebagai sebagai pesawat musuh saat Iran sedang bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan dari AS.

Beberapa media berani menyebut, sistem rudal yang digunakan untuk menembak PS752 itu adalah Tor-M1 buatan Rusia.

Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, Komandan Pasukan Elite Quds Iran akibat serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari.

Dunia menyaksikan

UR-PSR-Boeing-737-800

Menteri Luar Negeri Kanada Francois-Philippe Champagne, pada hari Jumat memperingatkan Iran bahwa “dunia sedang menyaksikan”.

Ia mengatakan, keluarga para korban di pesawat “menginginkan kebenaran”.

Pernyataan itu disampaikan setelah sehari sebelumnya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan telah menerima data-data intelijen yang menunjukkan bahwa pesawat Ukraina memang jatuh karena serangan sebuah rudal permukaan ke udara milik militer Iran.

Lintasan-rudal-serang-PS752
YouTube

Untuk diketahui, dalam penerbangan PS752 terdapat 63 warga Kanada yang turut meninggal dalam serangan keji tersebut. Mereka sebagian besar adalah para pelajar berprestasi yang akan kembali ke Kanada setelah liburan.

Video yang diperoleh New York Times memperlihatkan, sebuah rudal meluncur melintasi langit di atas Teheran dan kemudian meledak saat bersentuhan dengan sebuah pesawat.

Sekitar 10 detik kemudian ledakan keras terdengar di tanah. Pesawat meledak dan terbakar.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *