Buntut Kerugian Akibat 737 MAX, Turkish Airlines Akan Gugat Boeing

AIRSPACE REVIEW (airspace-review.com) – Maskapai nasional Turki, Turkish Airlines (IATA: TK, ICAO: THY) dilaporkan sedang mempersiapkan diri untuk melakukan gugatan terhadap Boeing terkait kerugian yang diakibatkan oleh armada Boeing 737 MAX 8.

Turkish Airlines memiliki 24 pesawat 737 MAX 8 yang tak dapat dioperasikan akibat larangan terbang dari Administratur Penerbangan Federal (FAA). Total, maskapai bernuansa merah putih ini memesan 75 unit 737 MAX 8 kepada Boeing.

Pada 19 Desember lalu, Turki menyatakan akan mengevaluasi strategi operasional bisnisnya akibat menurunnya pendapatan perusahaan karena terhentinya penerbangan menggunakan 737 MAX.

Diberitakan Russia Today, dengan tidak beroperasinya pesawat ini sejak Maret 2019, Turkish Airlines telah menunda ratusan penerbangan dan menurunnya kapasitas kursi yang dapat ditawarkan kepada penumpang. Yaitu sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun lalu.

737 MAX 8 Turkish Airlines
Daily Sabah

Tidak dapat dioperasikannya armada 737 MAX 8 berdampak besar pada 1.200 penerbangan setiap hari dan penambahan 14 destinasi baru yang dilakukan Turkish pada 2019.

Selain Turkish, diberitakan oleh Bloomberg bahwa perusahaan penyewaan pesawat asal Irlandia, Tim Ireland Ltd, menuntut kompensasi 185 juta dolar AS kepada Boeing akibat hilangnya peluang pendapatan karena tidak terkirimnya 22 unit pesanan 737 MAX 8.

737  MAX 8 Turkish Airlines
Victor/Flickr

Maskapai lain dari Norwegia, Norwegian (IATA: DY, ICAO: NAX), juga meminta kompensasi kepada Boeing atas tidak dapat dioperasikannya armada 737 MAX 8.

Norwegian Air telah mengistirahatkan 18 unit 737 MAX 8 yang dimiliki dari kontrak pemesanan 92 unit pesawat ini dengan Boeing.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *