Amfibi Raksasa Bermesin Jet Beriev A-42 Dibangkitkan dari Tidur Panjangnya

AIRSPACE-REVIEW.com – Kementerian Pertahanan Rusia tengah memesan pesawat amfibi bermesin jet terbesar di dunia Beriev A-42 untuk digunakan oleh Angkatan Laut (AL) Rusia. Berita ini diungkapkan harian Izvestia pada 3 September 2019 lalu.

Untuk diketahui, pesawat yang dijuluki Albatros ini proyeknya dihentikan pada 1993, dua tahun setelah Uni Soviet runtuh.

Kala itu pesawat masih mengenakan kode A-40 dan baru satu unit purwarupa terbang yang dihasilkan. Sementara satu unit lainnya masih 70 persen pengerjaannya.

Semula proyek pesawat A-40 dikembangkan untuk menggantikan sekaligus dua jenis pesawat intai maritim AL Rusia yang menua, yakni pesawat amfibi Be-12 dan Il-38 yang berbasis di darat.

Sebelumnya, pada 5 September 2008, Wakil Komandan Penerbangan AL Rusia Mayor Nikolai Kuklev mengumumkan AL Rusia akan mengadopsi empat pesawat yang mendapat kode baru sebagai A-42.

Keempat A-42 diharapkan akan beroperasi pada 2013 dengan pengiriman pertama dilakukan tahun 2010.

Beriev-A-42
Beriev

Namun, proyek ini akhirnya ditangguhkan. AL Rusia lebih memilih untuk meng-upgrade lima pesawat intai maritim IL-38 yang dikenal sebagai Novella (Sea Dragon) pada 2012.

Proyek A-42 reborn tak mengalami perubahan desain. Namun demikian, pesawat akan dilengkapi dengan fitur pertempuran universal terkini dimana pesawat dapat mendeteksi dan melacak kapal selam nuklir.  

Proyeksi persenjataan yang akan diusung dalam perut A-42 meliputi tiga torpedo Orlan (Sea Eagle) dan enam peluru kendali Korshun (Kite).

Muatan A-42 lainnya berupai ranjau, deep charge, dan sonobuoys. Sementara di setiap sayapnya dapat digantungi sebuah rudal antikapal Kh-35

Selain peran ASW, pesawat amfibi ini juga dapat diandalkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di samudra luas. A-42 digadang dapat mendarat di laut dengan ombak setinggi hingga 2 m.

Mengenai spesifikasinya, A-42 berdimensi panjang badan 43,8 m. Bandingkan dengan Be-200 yang hanya 32,8 m.

Rentang sayap A-42 mencapai 41,6 m dan tinggi 11 m. Dibutuhkan delapan awak untuk mengoperasikannya.

Beriev A-42
Beriev

Sebagai tenaga penggerak, pesawat yang dijuluki NATO sebagai Mermaid ini menggunakan sepasang mesin turbofan Soloviev D-30KPV, masing-masing berkekuatan dorong 117,7 kN.

A-42 dapat melesat maksimum hingga 800 km/jam. Puncak ketinggian terbang pada 9.700 m dan jangkauan operasi hingga 4.100 km dengan muatan maksimum.

A-42 membutuhkan panjang landas pacu untuk terbang dari darat 1.000 m dan mendarat 700 m. Sedangkan dari atas permukaan air membutuhkan panjang 2.000 m untuk terbang dan mendarat sekitar 900 m.

Proyek pembangkitan A-42 dari tidur panjangnya ini pada dasarnya untuk menggantikan peran pesawat amfibi intai maritim/SAR gaek Be-12PS bermesin turboprop.

Dikabarkan, AL Rusia masih memiliki selusin pesawat berjuluk Chayka ini. Enam di antaranya telah di-upgrade sistem misinya.

Dilansir dari harian Izvestia, versi upgrade Be-12PS akan diserahkan tahun ini juga.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *