B-1B Lancer Diproyeksikan Jadi Pembom Bersenjata Rudal Hipersonik

AIRSPACE-REVIEW.com – Walau Amerika Serikat tengah mengembangkan pesawat pembom siluman terbaru Northrop Grumman B-21 Raider, keberadaan pembom-pembom strategis lawas tak lantas ditinggalkan.

Setelah pembom Boeing B-52H yang diperpanjang masa pakainya hingga 2050, kini pemberdayaan pembom strategis B-1B Lancer pun kemungkinan besar akan ditingkatkan.

Diberitakan, saat ini Angkatan Udara Amerika Serikat (AU AS/USAF) tengah mempertimbangkan untuk menjadikan Lancer sebagai pembom jarak jauh yang dapat membawa rudal hipersonik dan beragam persenjataan canggih lainnya.

Rencana pengembangan pembom ini pertama kali diungkap ke publik oleh situs penerbangan dan militer The Drive.

Di sebutkan, ide untuk memanfaatkan B-1B sebagai platform pembom canggih tercetus saat kunjungan Komando Pemukul Global AU AS dengan sejumlah mitra industri ke Pangkalan Angkatan Udara Edwards di California beberapa waktu lalu.

B-1B
Giancarlo Casem

Secara teknis, pembom B-1B memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk membawa muatan eksternal di sayap maupun di dalam bomb bay-nya yang panjang. Beragam munisi canggih bisa diintegrasikan, termasuk penggunaan rudal hipersonik seperti telah disinggung.

Diterangkan, saat ini kapasitas bomb bay B-1B dapat menampung 24 unit persenjataan. Jumlah ini akan meningkat menjadi 40 unit persenjataan dengan menciptakan gantungan-gantungan senjata di sayap pembom buatan Rockwell International yang kini merupakan bagian dari Boeing ini.

Dengan delapan gantungan di sayap dan penyekat bergerak (moveable bulkhead), diperlihatkan bahwa B-1B pun dapat membawa mock-up rudal hipersonik yang diintegrasikan pada peluncur putar konvensional (CRL), seperti CRL yang digunakan pada B-52H.

B-1B
Giancarlo Casem

Selain senjata ini, diperlihatkan juga rudal luncur udara ke darat jarak jauh AGM-158 JASSM yang ditempelkan pada gantungan senjata di bawah badan B-1B.

Meski demikian diterangkan, apa yang diperlihatkan pada kesempatan ini belumlah menjadi modifikasi permanen. Semuanya hal masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan terhadap target-target pengeboman B-1B.

Yang jelas, upaya ini dilaksanakan AU AS dalam rangka meningkatkan kapabilitas dan menjadikan Lancer sebagai salah satu pembom strategis yang sangat ditakui.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *