Airspace Review Kunjungi Pabrik Helikopter Ulan-Ude Aviation Plant di Siberia Timur Rusia

AIRSPACE-REVIEW.com – Setelah diajak melihat pameran kedirgantaraan terbesar di Rusia, MAKS-2019 yang berlangsung di Zhukovksy, Wilayah Rusia pada 27 Agustus – 1 September 2019, dua puluhan orang jurnalis penerbangan dari sejumlah negara yang diundang Russian Helicopters termasuk Airspace Review (AR) dari Indonesia, selanjutnya diajak mengunjungi salah satu dapur produksi terbesar Russian Helicopters yang terletak di wilayah Siberia Timur, Rusia.

Ya, pabrik helikopter ini terletak di Ulan-Ude, Republik Buryatia, wilayah Siberia Timur, Federasi Rusia. Pabrik dengan nama Ulan-Ude Aviation Plant (U-UAZ) ini telah berusia 80 tahun dan dalam sejarahnya tidak hanya memproduksi helikopter saja, melainkan juga pesawat sayap tetap seperti I-16, An-24, MiG-27M, Su-25UB, dan Su-39.

Lintasan sejarah dan beragam benda-benda peninggalan pabrik ini di masa lalu, tersimpan rapi dalam museum yang ada di U-UAZ. Demikian juga dengan para jurnalis, diperkenalkan terlebih dahulu pada koleks-koleksi bersejatah di museum ini.

Roni Sontani

Ulan-Ude Aviation Plant merupakan salah satu dari lima pabrik helikopter terbesar yang dimiliki Russian Helicopters (bagian dari Rostec) di mana satu pabrik lainnya yaitu Kazan Helicopters Aviation Plant di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan juga telah AR kunjungi tahun lalu dalam rangkaian media tour Russian Helicopters dan pelaksanaan pameran ARMY-2018.

BACA  Masuki Program EMD, Jet Latih USAF T-X ‘Ngacir’ Mulus ke Udara

Ulan-Ude dicapai dengan enam jam penerbangan dari Moskow menggunakan pesawat maskapai Siberian Airlines atau populer disebut S7dari Moskow. Jarak kedua kota ini terpisahkan sejauh 5.624 km.

Roni Sontani

Dua moda alternatif lainnya adalah menggunakan kendaraan mobil dengan waktu tempuh mencapai tiga hari tiga malam atau menggunakan kereta api dengan jalur terpanjang di dunia yaitu Trans Siberian selama empat hari empat malam.

Tidak seperti penerbangan lintas negara pada umumnya yang menggunakan pesawat badan lebar (wide body), jarak tempuh di sesama wilayah Federasi Rusia ini dicapai dengan menggunakan pesawat badan sempit A321neo.

Baru pertama kali juga AR merasakan penerbangan kurang lebih enam jam non-stop menggunakan pesawat narrow body. Pertama dari Abu Dhabi ke Moskow dan kedua dari Moskow ke Ulan-Ude. Kedua penerbangan menggunakan A321neo.

Thanh Binh
Roni Sontani

Sementara bila kita terbang ke negara-negara Eropa Barat dari hub di Uni Emirate Arab, selalu meggunakan pesawat badan lebar macam A330 series atau A380 untuk waktu tempuh yang sama.

U-UAZ saat ini memiliki kapasitas produksi 70-an unit helikopter per tahun dan bahkan jumlahnya bisa meningkat sesuai pesanan. Sebagai contoh saja, tahun lalu U-UAZ berhasil menuntaskan pembuatan 76 helikopter sesuai pesanan yang masuk.

Roni Sontani

“Kapasitas produksi kami rata-rata setiap tahun adalah 70 unit helikopter per tahun. Namun bisa lebih dari itu sesuai dengan kontrak pemesanan yang masuk,” ujar Sergei Solomin, Kepala Engineer U-UAZ yang telah bekerja di perusahaan ini selama 40 tahun.

BACA  737 MAX 8 SilkAir ‘Ditidurkan Sementara’ di Alice Springs Australia

Sejumlah varian Mi-8/17 yang diproduksi U-UAZ saat ini menjadi primadona di pasar helikopter dunia, khususnya di wilayah Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Beragam modifikasi dan varian helikopter terus dikembangkan U-UAZ sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan.

Roni Sontani

Beberapa di antaranya sebut seperti Mi-171, Mi-171A2, Mi-8AMTS-V, dan Mi-8AMTS-VA “Arctic”, merupakan contoh dari heli yang dikembangkan oleh U-UAZ saat ini.

Selain seri heli Mi, U-UAZ juga memproduksi heli Ka-226T, BRT-500, dan pesawat perairan Baikal-TVS-2DTS.

Di pabrik yang cukup luas ini, U-UAZ juga membuat beragap kelengkapan helikopter menggunakan sistem modeling elektronik yang sangat canggih dalam perancangan dan pembuatan komponen. Seperti untuk produksi Mi-171A2 dan Ka-226T.

Roni Sontani

Beberapa teknologi yang diterapkan, misalnya penggunaan teknologi laser dan laser tracker tingkat akurasi dari komponen yang dibuat, diinstalasi, maupun dalam hal perakitan helikopter sendiri lebih presisi.

Penggunaan teknologi maju ini, jelas Solomin, adalah bagian dari investasi perusahaan untuk menghasilkan produk-produk yang unggul.

Demikian juga dengan fasilitas hanggar pengecatan heli yang telah dimodernisasi sehingga memungkinkan pengecatan enam Mi-8/171 dapat dilaksanakan sekaligus dalam satu waktu tahapan pengerjaan berbeda di dua jalur pengerjaan.

BACA  Proyek bomber Gen-6 Rusia T-60 Golub dihidupkan lagi
Roni Sontani

Fasilitas ini juga sanggup mengecat pesawat dengan panjang hingga 25 m, bentang sayap 22 m, dan tinggi 6,5 m. Salah satu di antaranya adalah untuk proses pengecatan pesawat multiguna TVS-2DTS yang dibuat oleh U-UAZ sebagai pengganti pesawat lawas An-2.

Tidak hanya sebagai lokasi produksi pesawat, Ulan-Ude Aviation Plant juga memiliki fasilitas untuk pelatihan para pilot dan teknisi.

Pelatihan terbang dilaksanakan menggunakan simulator helikopter yang ada di tempat ini sebelum melaksanakan penerbangan di helikopter sesungguhnya.

Roni Sontani

Dalam kunjungan ke U-UAZ ini, seluruh rombongan wartawan diajak untuk mengetahui proses produksi dari A hingga Z di pabrik dengan jumlah karyawan mencapai 6.000 orang ini.

Bahkan, rombongan para jurnalis juga disuguhi dengan demo terbang helikopter terbaru Mi-8AMT oleh pilot uji U-UAZ yang sudah berpengalaman.

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *