Kejar Tayang, Drone Kelas Berat Pertama Rusia Altius-U Sukses Terbang Perdana

AIRSPACE-REVIEW.com – Pesawat intai tanpa awak terbaru Rusia, Altius-U telah melakukan penerbangan debutnya pada 20 Agustus 2019, ungkap Kementerian Pertahanan Rusia.

Altius-U dengan nomor registrasi 881 tersebut melaksanakan penerbangan selama kurang lebih 32 menit, membumbung hingga ketinggian 800 m.

Diungkapkan, Altius-U merupakan desain konseptual terakhir dari beberapa purwarupa drone yang telah dibangun. Altius-U merupakan purwarupa yang ke-4.

Sementara pada September 2018 silam, versi sebelumnya yakni Altius-M bernomor 03 telah berhasil menjalani penerbangan uji awalnya.

Pengembangan Altius (kadang disebut Altair) sendiri merupakan bagian dari pengembangan empat proyek pesawat intai tanpa awak untuk militer Rusia. Programnya resmi digulirkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 2010.

Selain Altius, tiga lainnya adalah drone serang tanpa awak (UCAV) Su-70 Okhotnik, drone kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance) Orion  buatanKronstadt Technologies (KT), dan drone intai bersenjata kelas ringan bernama Korsar  buatan JSC Luch (anak perusahaan JSC Vega Radio Engineering  Corp).

Altius-M/Russian DoD

Dari ke empat proyek tersebut, Korsar satu-satunya yang telah masuk jalur produksi.

Kembali ke cerita mengenai Altius. Drone ini dikategorikan sebagai pesawat tanpa awak kelas berat (heavy unmanned aerial vehicle) dari jenis HALE (High Altitude Long Endurance).

Keberadaan drone buatan OKB Simonov Design Bureau dari Kazan, Tartarstan tersebut sebenarnya telah tercium keberadaannya pada Oktober 2016. Sosok Altius tertangkap citra satelit saat diparkir di sebuah landasan udara di Kazan.

OKB Simonov  sendiri mulai menggarap Altius sejak 2011 dan purwarupanya sudah berwujud pada 2013. Kala itu sebanyak dua purwarupa uji terbang dibuat, penerbangan perdana Altius berhasil dilakukan pada Juli 2016.

Altius-U/Russian MoD

Mengutip rt.com, Altius memiliki MTOW hingga 6 ton. Sebagai tenaga penggerak digunakan sepasang mesin diesel irit bahan bakar RED A03/V12  masing-masing berdaya 500 hp.

Mesin diesel ini dipasok oleh Raikhlin Engine Development GmbH, perusahaan asal Jerman. Altius dapat melaju dengan kecepatan terbang jelajah hingga 250 km/jam.

Untuk dimensinya, Altius memiliki panjang badan sekira 11 m dengan serta rentang sayap kurang lebih 28 meter.

Sebagai drone HALE, ketinggian terbang Altius digadang mencapai 12.000 m. Jangkauan operasinya sejauh 10.000 km atau durasi terbang sekitar 24 jam penuh.

Altius dikabarkan dapat membawa muatan pengintaian hingga dua ton. Berisikan peralatan optik dan sensor juga synthetic-aperture ground-surveilance radar

Altius-U/Russian MoD

Selain peran ISR, Altius juga akan dikembangkan sebagai varian intai bersenjata yang memiliki kemampuan dua kali lipat drone KT Orion.

Pengembangan Altius sempat mengalami kendala. Semula ditargetkan berdinas pada 2018, namun tak terealisasi.

Dengan dirilisnya video resmi penerbangan Altius-U oleh Kementrian Pertahanan Rusia pada 20 Agustus lalu, menunjukkan proyek Altius berjalan baik.

Tak disebutkan kapan drone Altius-U akan masuk jalur produksi dan mulai berdinas untuk militer Rusia.

Rangga Baswara Sawiyya

editor: ron raider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *