Jajal Adrenalin di Langit Swiss dengan Votec 322 “Si Formula 1 Udara”

ANGKASAREVIEW.COM – Saat kesempatan itu datang, menjajal adrenalin di udara menggunakan pesawat aerobatik MSW Votec 322 di langit Swiss adalah impian lama yang terwujudkan.

Bak menunggangi mobil balap “Formula 1” yang sangat lincah di udara, jungkir balik secara leluasa pun dilakukan sambil menikmati tarikan gravitasi Bumi.

Penumpang duduk di kokpit bagian depan, dipandu pilot yang juga instruktur aerobatik kawakan di kokpit belakang.

Instruktur memberikan kesempatan kepada penumpang untuk menguji berbagai manuver. Seperti manuver dasar slow roll, fast roll, inverted flight, stall, steep turn (hingga 7G), serta zero gravity.

Aerobatik di SwissDok. Pribadi
Bagi penumpang yang berprofesi sebagai instruktur pilot atau pilot aerobatik, manuver pun berlanjut ke tingkatan yang lebih tinggi. Yakni spin, loop, hammerhead, reverse, cuban eight, shark tooth, razor-flight, snap roll, english bunt, serta outside loop. Dalam gerakan manuver-manuver ini kita merasakan tarikan gravitasi -5 hingga +9G.

Sementara bagi Anda yang masih awam, penerbangan bertajuk adventur di udara ini dapat disesuaikan manuver dan tingkat tarikan gravitasinya. Instruktur yang akan memandu dan mengendalikan penerbangan sepenuhnya.

Dok. Pribadi
GoAviator di Zurich, Swiss sebagai penyedia fasilitas mewujudkan impian dan penyalur hobi terbang aerobatik, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk merasakan sensasi jungkir balik di udara. Usai terbang, Anda pun akan mendapatkan sertifikat khusus yang dikeluarkan GoAviator.

Max Vogelsang, sang pendiri layanan ini awalnya adalah seorang tukang kayu. Berkat ketekunan dan cita-citanya yang tinggi di bidang penerbangan, akhirnya ia berhasil mewujudkan sebuah pesawat yang dinamai Votec 322 dari Proyek VOTEC (Vogelsang Technic). Pesawat seukuran Extra 300 ini memiliki rangka sayap yang lebih kuat.

Aerobatik di SwissDok. Pribadi
Terbang Aerobatik di SwissDok. Pribadi
Aerobatik di SwissDok. Pribadi

Aerobatik di SwissDok. Pribadi
Tidak hanya membuat, Vogelsang pun belajar menerbangkan pesawat diawali dengan menerbangkan glider (pesawat tanpa mesin). Kini ia seorang pilot aerobatik kawakan yang juga punya usaha yang memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menjajal dan merasakan sensasi aerobatik.

Dalam kesempatan yang sama, Capt. Novyanto Widadi salah satu pilot aerobatik Indonesia yang juga Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug berkesempatan ‘menaklukkan’ langit Swiss dengan Votec 322 pada Rabu (26/9/2018).

Roni Sontani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *