Apresiasi RI Sebagai Poros Maritim Dunia, Kasal Korsel Curhat Anggaran Mereka

ANGKASAREVIEW.COM – Sejak era pemerintahan Soekarno, tokoh-tokoh pendiri bangsa ini telah menggagas konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia dan bercita-cita untuk dapat merealisasikan konsep itu. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi negara poros maritim dunia.

Pemerintahan sekarang pun menggaungkan kembali konsep dan cita-cita luhur tersebut. Hari ini (Senin, 2/7/2018), pemerintah Korea Selatan (Korsel) melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) mereka menyatakan sangat mengapresiasi gagasan tersebut.

Pertemuan Kasal Korsel Laksamana HM. Hyun-Seong dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI juga disertai tujuan lain. Hyun-Seong mengungkapkan bahwa pemerintahnya kini sedang berupaya untuk menaikkan peranan dan anggaran Angkatan Laut mereka.

Namun ia akui, pemerintahnya saat ini sedang menghadapi kesulitan untuk menaikkan anggaran tersebut.

Baca Juga:

Sinergitas Kemenhub-TNI AL Bangun Konektivitas dan Poros Maritim Dunia

Komando Armada II TNI AL Sambut Kedatangan Kapal Selam Terbaru KRI Ardadedali

Menurutnya, hal ini tentu akan berimbas pada Angkatan Darat dan Angkatan Udara yang akan mengalami pengurangan anggaran apabila terjadi kenaikan anggaran Angkatan Laut. Mengingat anggaran militer Korea hanya 13,6% dari seluruh anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Ryamizard menyampaikan bahwa salah satu keuntungan yang didapat dengan bersatunya Korea Selatan dan Korea Utara adalah akan mengurangi anggaran belanja yang tidak diperlukan.

Menurutnya, jejak sejarah menulis bahwa Korea Selatan dan Korea Utara merupakan saudara kandung. Untuk itu ia berharap perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara sebagai negara tetangga dan saudara kandung dapat segera terwujud. Karena hal tersebut dapat berdampak pada anggaran belanja mereka.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *