Ranpur M113 Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Beraksi di Kebumen

ANGKASAREVIEW.COM – Kendaraan tempur (ranpur) M113 A1 milik Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad mulai menjalani aktivitasnya. Rabu, (27/6/2018) lalu, wahana darat yang terbilang lawas ini jalani debut aksi pasca lebaran.

Hari itu, Yonif Mekanis Raider 413 menggelar latihan menembak dengan M113 di daerah latihan Ambal, Kebumen, Jawa Tengah. Latihan dipimpin langsung Wadan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad, Mayor Inf. Agung Ari Wibowo.

Latihan tersebut digelar untuk memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit batalyon tersebut sebagai bagian dari pembinaan kekuatan TNI AD. Sobat AR, latihan kali ini terfokus pada menggodog kemampuan prajurit penembak. Seperti kita ketahui, ranpur ini dibekali senjata SMB (senapan mesin berat) Browning M2HB 12.7 mm sebagai alat pertahanan diri.

kostradPen Kostrad

Seperti Sobat AR ketahui, ranpur berjenis tank angkut personel (Armoured Personnel Carrier/APC) ini pertama kali tiba pada tahun 2014. APC yang berbekal roda rantai ini merupakan alutsista bekas pakai AD Belgia. Secara pengalaman, M113 memang mashur namanya kala terjadinya di perang Vietnam.

Di Indonesia, rumah ranpur ini bukan satuan kavaleri, melainkan di satuan infanteri mekanis bersama IFV (Infantry Fighting Vehicle) M1A3 Marder.

Baca Juga:

Panser Eitan Resmi Dipesan Kemhan Israel Untuk Gantikan M113 APC

Bozena 4, Sang Penyapu Ranjau Andalan Yonzipur Kostrad

TNI AD merupakan pengguna M113 paling junior di Kawasan Asia Tenggara. Negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, Thailand dan Singapura sudah puluhan tahun mengoperasikan ranpur satu ini. Bahkan M113 Singapura telah secara resmi purna tugas dan digantikan dengan Next Generation AFV. Sedangkan di Filipina M113 masih berdinas penuh, khususnya dalam operasi militer di kawasan Marawi.

Berbekal bobot yang ringan, mobilitas tinggi, dan mudah di-upgrade, M113 menjadi sangat populer. Hingga tahun 2001, 85.000 unit M113 telah dirpoduksi dalam berbagi varian. M113 tercatat digunakan di 51 negara dan beberapa diproduksi secara lisensi oleh Belgia dan Italia.

(ERY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *