Hadapi Masalah A400M, Pemerintah Amerika Setujui Penjualan C-130J kepada Jerman

ANGKASAREVIEW.COM – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui penjualan enam unit C-130J Super Hercules kepada Jerman. Keenam pesawat terdiri dari 3 C-130J-30 (stretched version) dan 3 KC-130J (air refueling version/tanker).

Mengacu kepada keterangan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA), paket penjualan itu bernilai 1,4 miliar dolar AS termasuk kelengkapan lain.

Bagi Jerman, pemilihan C-130J dilaksanakan sehubungan dengan permasalahan yang tengah dihadapi Airbus Defence and Space atas produksi A400M.

Diketahui, Airbus DS pada Maret lalu telah mengumumkan rencana pemangkasan kapasitas produksi A400M dari 19 unit pesawat pada 2017 menjadi delapan unit per tahun mulai 2020. Hal ini jelas berimbas pada jadwal pengiriman pesawat angkut militer tersebut kepada para pemesannya.

Airbus dan para pelanggan pesawat A400M telah melakukan negosiasi ulang mengenai keterlambatan jadwal pengiriman pesawat itu Maret lalu. Disepakati, pada akhir 2019 Airbus harus menyelesaikan seluruh pengiriman 80 pesawat (62 sudah diserahkan) dari total 174 pesanan A400M. Sisa dari yang belum dikerjakan, harus selesai sebelum tahun 2030.

Masalah produksi dan keterlambatan pengiriman A400M telah menyebabkan membengkaknya angka penalti yang harus ditanggung Airbus. Kondisi ini memperburuk performa perusahaan. Demikian sebagaimana ditulis FlightGlobal (4/5).

Jerman merupakan pengguna dan pemesan A400M bersama enam negara di kawasan Eropa lainnya (Perancis, Inggris, Spanyol, Turki, Belgia, dan Luxembourg) plus satu negara Asia, Malaysia (empat unit sudah diterima semua). Indonesia melalui PT PPI juga dalam proses membeli dua unit A400M.

AU Jerman menggunakan A400M sejak Desember 2014. Jerman merupakan pemesan terbanyak A400M, yakni 53 unit dan baru menerima 18 unit hingga saat ini.

Kembali ke pokok C-130J, dalam draft yang disepakati, Kemlu Amerika Serikat menyetujui penjualan kelengkapan delapan AN/ALE 47 Electronic Countermeasure Dispensers, delapan AN/AAR-47A(V)2 Missile Warning Systems, delapan AN/ALR-56M Radar Warning Receivers, delapan MX-20 Electro-Optical/Infrared Imaging Systems, serta beberapa subsistem dan suku cadang mesin pesawat.

Angkatan Udara Jerman berencana menggunakan C-130J Super Hercules untuk fungsi angkutan udara, tanker, dan misi pelepasan kargo dari udara sebagai bagian dari perkuatan skadron bersama Perancis – Jerman di Evreux, Perancis.

KC-130J akan melaksanakan tugas pengisian bahan bakar di udara terhadap pesawat tempur Jerman dan Perancis maupun terhadap pesawat angkut ringan dan helikopter kedua negara.

RONI SONTANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *